» » Pengelolaan Manca Belum Maksimal

Pengelolaan Manca Belum Maksimal

Penulis By on Minggu, 12 April 2015 |

Manca Di Desa/Kecamtan Guluk-Guluk
Sumenep, NewsDaerah – Pengelolaan taman baca (manca) di Kabupaten Sumenep belum maksimal. Pasalnya, koleksi buku yang disediakan oleh pemerintah sangat terbatas, sehingga tidak bisa memberikan sumber pengetahuan bagi masyarakat, utamanya bagi kalangan pelajar dan mahasiswa.
Tidak hanya itu, maca sering kali tutup saat waktu hari libur. Sehingga, pelajar yang akan mengunjungi manca merasa kecewa. Seperti halnya yang yang dialami oleh Farhatin salah satu mahasiswa asal Desa Ketawang Laok, Kecamatan Guluk-Guluk. Dirinya mengaku kecewa saat mendatangi manca yang berada di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, Minggu (12/4) kemarin.
Sebab selain koleksi buku yang dinilai pas-pasan, pada hari libur manca tutup.
”Mestinya meskipun hari libur, manca tidak harus tutup. Karena pada hari libur dimungkinkan lebih banyak pengunjung dibandingkan hari-hari biasanya,” keluhnya.
Hal senada juga dikatakan oleh salah satu tenaga pengajar asal Kecamatan Guluk-Guluk Rofiki. Dirinya mengaku tidak bisa mengunjungi manca saat hari efektif. Sebab, dirinya harus disibukkan dengan tugasnya sebagai tenaga pendidik. ”Kalau hari aktif sekolah, kan saya harus fokus sama pelajaran. Jadi tidak mungkin mengunjungi manca,” terangnya.
Lima manca yang mendapatkan anggaran lima puluh juta untuk pengadaan buku itu diantanya, diantanya Rumah baa Di Kecamatan Kalianget, Kecamatan Talango, Kecamatan Dasuk, Kecamatan Batang Batang dan Kecamatan Guluk Guluk.
Padahal katanya, keberadaan mana sangat dibutuhkan. Selain untuk mencari materi tambahan, juga sebagai ajang untuk memutifasi anak didiknya untuk selalu cinta pada buku.
”Seandainya manca itu ditopang dengan fasilitas yang memadai sangat bagus. Tapi Karen pengelolaannya kurang maksimal, maka keberadaan maca masih belum bisa memebrikan kontribusi banyak bagi warga,” ungkapnya.
Untuk itu dia berharap ke depan pengelolaan taman bacaakan semakin optimal. Hal itu berguna untuk melayani warga yang memiliki kesibukan pada hari aktif.
Kepala Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dukumen (Perpusda) Sumenep Agus D Putra menepis hal itu. Menurutnya, pengelolaan manca sudah dilakukan dengan sebaik mungkin. Termasuk pengaturan jam buka manca setiap hari.
”Untuk sementara koleksi buku di masing-masing manca sudah memadai. Namun, anggaranya masih dibawah 10 ribu eksemplar setiap tahunnya,” katanya.
Saat ini jumlah koleksi buku di perpusda sekitar 43.637 eksemplar lebih dengan 17.00 judul. Sedangkan untuk perpustakaan keliling memiliki sekitar 10 ribu hingga 12 ribu judul, dan untuk rumah baca jumlah koleksi bukunya mencapai 18.459 eksemplar lebih dengan 3.994 Judul.  Untuk rumah baca disesuaikan dengan besar dan kecilnya rumah baca itu sendiri.
Sementara jumlah pengunjung setiap harinya saat ini masih sangat minim. Hal itu disebabkan rendanya minat baca masyarakat. ”Kami selalu memantau perkembangan di semua taman baca yang ada di Sumenep ini. Pantauan kami rata-rata pengunjung masih didominasi oleh pelajar,” tambahnya.
Sementara untuk jumlah pengunjung secara keseluruhan selama tiga tahun selalu meningkat setiap tahunnya, terbukti dari tahun 2011 jumlah pengunjung mencapi 7.852 orang, tahun 2012 sebanyak 11.869, pada tahun 2013 sebanyak 15.431 pengunjung, dan pada tahun 2014 lalu mencapai 18.384 orang.
Ditanya soal sosialisasi terhadap masyarakat, Agus mengatakan sosialisasi mengenai hal itu juga sudah dilakukan. Bebepa kali dirinya menggelar lomba minat membaca untuk siswa SD dan Pendidikan usian dini (SD). ”Ketika saya mengadakan lomba, peserta tidak hanya datang dari wilayah kota. Tapi, peserta dari wilayah kecamatan juga banyak yang ikut berpartisispasi. Ini sebagai langkah kami untuk mencipatakan minat baca mulai dari usia dini,” tukasnya. (ND/Fa)


Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons