» » Pengamanan Kantor Dewan Berlapis, Tamu Harap Lapor dan Isi Buku Tamu

Pengamanan Kantor Dewan Berlapis, Tamu Harap Lapor dan Isi Buku Tamu

Penulis By on Rabu, 01 April 2015 |



Sumenep, NewsDaerah - Pengamanan kantor DPRD Sumenep semakin ketat, pasalnya kantor wakil rakyat yang berada di Jalan Trunojoyo itu memakai istem pengamanan berlapis. Sehingga, semua tamu yang hendak menemui wakilnya di gedung parlemen harus melapor dan mengisi buku tamu yang telah disediakan sebelumnya.
Pantauan NewsDaerah, pengamanan di kantor DPRD Sumenep, dibagi menajadi dua ring. Ring pertama dijaga oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan ring ke dua dijaga oleh petugas satpam. Bahklan suana kantor DPRD Sumenep yang awalnya sepi karena ditinggalkan reses selama sepekan terkhir, saat ini suasanan kantor Dewan berubah mencekam akibat setiap pintu masuk dijaga oleh petugas.
”Memangnya saya ini apa sih, kok sampai ditanya saat hendak masuk ke kantor dewan. Padahal kantor dewan ini kan kantor rakyat,” kata salah satu aktifis mahasiswa Qusyairi.
Pintu kantor DPRD Sumenep sebanyak lima pintu, dua pintu merupakan pintu utama yang berada di depan Kantor DPRD, dua pintu tersebut dijaga oleh Petugas Satpol PP. Satu pintu merupakan pintu depan menuju ruang perkantoran, sedangkan dua pintu berada di sebalah utara dan selatan kantor dewan. Tiga pintu tersebut dijaga ketat oleh petugas satpam.
Lebih lanjut Qusyairi mengatakan, dirinya mencurigai pengadaan pangdal (Pengamanan Dalam) akibat buntut dari gisruh yang terjadi di komisi II beberapa hari yang lalu. ”Kami tidak akan buruk sangka, tapi munculnnya pangdam bisa mengarah kesana,” tuturnya.
Sementara Sekeretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumenep Moh. Mulki mengakui jika saat ini ada perubahan pelayana di kantor DPRD Sumenep. ”Memang per 1 April ini ada penamabahan petugas pengamanan. Jika satpol PP tugasnya untuk mengamankan diluar kantor dewan, namun untuk satpam atau pengamanan dalam (pamdal) bertugas untuk mengamankan didalam ruangan kantor DPRD ini,” kata.
Menurutnya, penambahan petugas pengaman itu bedasarkan hasil parakarsa anggota dewan. Penambahan pangdam tersebut bertujaun untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi semua warga tertuma bagi anggota dewan sendiri.
Sehinga, saat ada salah satu warga yang hendak bertamu dengan wakilnya tidak perlu repot mencarinya. Sebab, di dalam gedung setengah mewah itu sudah ada empat satpam yang siap mengantarkannya.
”Sesuai Protab (Prosedur Tetap) semua tamu harus lapor, dan mengisi buku tamu. Baru setelah itu akan diantarkan oleh petugas,” terang Mulki.
Sementara jumlah petuga pangdam yang akan stanbay di gedung DPRD sebanyak 14 orang. Sesuai jadwal yang telah disepakati, ke 14 petugas itu akan dibagi menajadi tiga shift. Shift pertama dimulai dari pukul 06.30 s/d pukul 13.30, shift kedua dari pukul 13.30.00 sampai pukul 21.00. Sementrarashift ketiga dari pukul 21.00 sampai pukul 06.30. ”Setiap shif ini ada empat orang” terangnya.
Lebih lanjut Mulki mengatakan, anggaran honorarium petugas pangdam selama satu tahun itu sebesar Rp 100 juta. ”Itu diambilkan dari dana APBD (Anggran Pendapatan Belanaj Daerah) tahun 2015 ini,” tukasnya. (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons