Sumenep, NewsDaerah -
Pengamanan kantor DPRD Sumenep semakin ketat, pasalnya kantor wakil
rakyat yang berada di Jalan Trunojoyo itu memakai istem pengamanan berlapis.
Sehingga, semua tamu yang hendak menemui wakilnya di gedung parlemen harus
melapor dan mengisi buku tamu yang telah disediakan sebelumnya.
Pantauan NewsDaerah, pengamanan di kantor DPRD Sumenep, dibagi menajadi dua ring. Ring
pertama dijaga oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan ring ke
dua dijaga oleh petugas satpam. Bahklan suana kantor DPRD Sumenep yang awalnya
sepi karena ditinggalkan reses selama sepekan terkhir, saat ini suasanan kantor
Dewan berubah mencekam akibat setiap pintu masuk dijaga oleh petugas.
”Memangnya saya ini apa sih, kok sampai ditanya
saat hendak masuk ke kantor dewan. Padahal kantor dewan ini kan kantor rakyat,”
kata salah satu aktifis mahasiswa Qusyairi.
Pintu kantor DPRD Sumenep sebanyak lima pintu, dua
pintu merupakan pintu utama yang berada di depan Kantor DPRD, dua pintu
tersebut dijaga oleh Petugas Satpol PP. Satu pintu merupakan pintu depan menuju
ruang perkantoran, sedangkan dua pintu berada di sebalah utara dan selatan
kantor dewan. Tiga pintu tersebut dijaga ketat oleh petugas satpam.
Lebih lanjut Qusyairi mengatakan,
dirinya mencurigai pengadaan pangdal (Pengamanan Dalam) akibat buntut dari gisruh
yang terjadi di komisi II beberapa hari yang lalu. ”Kami tidak akan buruk
sangka, tapi munculnnya pangdam bisa mengarah kesana,” tuturnya.
Sementara Sekeretaris Dewan (Sekwan) DPRD Sumenep
Moh. Mulki mengakui jika saat ini ada perubahan pelayana di kantor DPRD
Sumenep. ”Memang per 1 April ini ada penamabahan petugas pengamanan. Jika
satpol PP tugasnya untuk mengamankan diluar kantor dewan, namun untuk satpam
atau pengamanan dalam (pamdal) bertugas untuk mengamankan didalam ruangan
kantor DPRD ini,” kata.
Menurutnya, penambahan petugas pengaman itu
bedasarkan hasil parakarsa anggota dewan. Penambahan pangdam tersebut bertujaun
untuk memberikan pelayanan yang optimal bagi semua warga tertuma bagi anggota
dewan sendiri.
Sehinga, saat ada salah satu warga yang hendak
bertamu dengan wakilnya tidak perlu repot mencarinya. Sebab, di dalam gedung
setengah mewah itu sudah ada empat satpam yang siap mengantarkannya.
”Sesuai Protab (Prosedur Tetap) semua tamu harus
lapor, dan mengisi buku tamu. Baru setelah itu akan diantarkan oleh petugas,”
terang Mulki.
Sementara jumlah petuga pangdam yang akan stanbay
di gedung DPRD sebanyak 14 orang. Sesuai jadwal yang telah disepakati, ke 14
petugas itu akan dibagi menajadi tiga shift. Shift pertama dimulai dari pukul
06.30 s/d pukul 13.30, shift kedua dari pukul 13.30.00 sampai pukul 21.00.
Sementrarashift ketiga dari pukul 21.00 sampai pukul 06.30. ”Setiap shif ini
ada empat orang” terangnya.
Lebih lanjut Mulki mengatakan, anggaran honorarium
petugas pangdam selama satu tahun itu sebesar Rp 100 juta. ”Itu diambilkan dari
dana APBD (Anggran Pendapatan Belanaj Daerah) tahun 2015 ini,” tukasnya. (di/fa)

