Sumenep, NewsDaerah – Siapa sangka pedagang musiman sampai menghasilkan uang
puluhan juta dnegan mudal yang sedikit?. Mungkin bagi segelintir orang itu
hanya hayalan belaka, namun bagi Iwan (35) salah satu pedagang srikaya asal Desa
Tana Mera, Kecamatan Saronggi, mudal Rp 5
juta bisaraup keuntungan sampai puluhan juta dalam waktu 30-50 hari.
”Kalau pembeli lagi rame
untuk mendapatkan keuntungan sampai Rp
2 juta tidak terlalu sulit, cukup berjualan sehari penuh penghasilan sebanyak
itu bisa dicapai. Tapi sebaliknya jika pembeli lagi sepi dagangan dengan modal
Rp 5 juta bisa sampai satu minggu lakunya,” katanya.
Pria yang sering berjualan buah
srikaya dipinggir
jalan raya Sumenep-Pamekasan tepatnya di Kecamatan Bluto itu, mengaku dalam menajalankan bisnisnya
tidak hanya
dilakukan sendirian. Melainkan dilakukan dengan isteri tercintanya.
Dikatakan,
dalam memasarkan buah srikaya yang banyak tumbuh dikampung halamannya itu,
tidak cukup dijual dilapaknya saja, melainkan juga dipasarkan beberapa pasar
yang ada di Surabaya. Bahkan buah srikaya yang dihasilkan petani Sumenep, juga
dipasarkan hingga ke Jawa Tengah, maupun ke Ke jakarta. ”Peminat buah srikaya
kan tidak hanya orang Sumenep saja, melainkan orang luar Sumenep juga buah
srikaya, makanya pasarannya luas,” bebernya.
Untuk
mendapatkan buah srikaya, pedagang buah khas tersebut tidak perlu repot-repot
mencarinya hingga ke tegalan. Pedagang cukup menyediakan uang untuk membeli
buah srikaya, yang baru dipetik dari kebunnya, karena setiap hari
petani akan memetik buah srikaya yang ada dikebunnya.
Selain
didaerah, buah srikaya juga dipasarkan keluar pulau Madura, seperti Surabaya,
Yogyakarta, Jakarta dan Kalimantan. Bahkan ketika musim srikaya tiba,
permintaan buah srikaya juga datang dari Bali dan Banjarmasin, sehingga buah
srikaya yang dihasilkan petani Sumenep, hampir merambah seluruh pasar di
Indonesia.
”Dalam setiap tahunnya,
permintaan buah srikaya terus mengalami peningkatan, tapi untuk pengiriman yang
ke luar Madura biasanya dilayani pedagang besar yang modal sudah banyak,
untungnyapun jangan ditanya, pasti mencapai ratusan juta,” kata Lamra (30) salah seaorang pedagang srikaya
yang lain.
Disinggung
mengenai harga buah srikaya dari petani, Lamara mengaku juga dibeli dengan
harga yang layak, Rp 180.000 sekeranjang besar isi 150 buah srikaya. Oleh
pedagang buah tersebut dipilah dulu sebelum dijual lagi ke konsumen, sehingga
harganya bervariasi sesuai isi dan ukuran buah itu sendiri.
Untuk
satu keranjang isi 100 biji, pedagang buah srikaya akan melepasnya dengan harga
Rp 250-300 ribu pada konsumen. Sedang satu yang isinya hanya 50 biji, akan
dilepas dengan harga Rp 150-200 ribu, semua itu tergantung kwalitas serta besar
kecilnya buah dalam keranjang. (di/fa)

.jpg)