» » An-Nuqayah Gagal Hengkang Dari Kemenag

An-Nuqayah Gagal Hengkang Dari Kemenag

Penulis By on Rabu, 11 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Polemik diantara Pondok Pesantren An-Nuqayah, Guluk-Guluk, dengan Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, karena merasa ditekan membayar sumbangan untuk kebutuhan Ajang Kompetensi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma), akhirnya terseelsaikan. Bahkan sejumlah madrasah dibawah naungan Pondok Pesantren An-Nuqayah, Guluk-Guluk, gagal untuk memisahkan diri dari kemenag.
Gagalnya rencan memisahkan diri itu, setelah kedua belah pihak yang berseteru yakni pihak Madaris Ponpes An-uqayah Guluk-Guluk dengan Kelompok Kerja Madrasah (KKM) bertemu yang difasilitasi Kepala Kementerian
Agama Sumenep, H Moh Shadik, Senin (9/3) lalu. Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri polemik sumbangan untuk kegiatan Aksioma dan madrasah An-Nuqayah tetap berada dibawah naungan Kemenag Sumenep.
Kepala Kementerian Agama Sumenep, H Moh Shodiq mengakatakn pokok persoalan yang terjadi soal penarikan acara Aksioma merupakan persolan antara madrasah Ponpes An-Nuqayah Guluk-Guluk dengan KKM, bukan dengan pihak kemang sumenep. ”Namun akhirnya justru berkembang dan menyeret kementerian agama secara kelembangaan. Dan berbuntut rencana madrasah di An-Nuqayah keluar dari naungan Kemenag,” katanya.
Hanya saja meskipun yang menarik sumbangan Aksioma bukan Kemenag, melainkan KKM, tapi karena persolannya sudah merembet ke Kemenag, namun pihak kemenag dinilai perlu untuk melakukan mediasi. Sehingga persoalan yang sedang tejradi bisa segera diselesaikan. ”Makanya kami kami turun tangan,” ungkapnya.
Menurutnya, dalam mediasi tersebut, pihak pesantren An-Nuqayah memahami dan menerima pemahaman dari Kemenag Sumenep. ”Setelah kami duduk bersama dengan pengurus pesantren An-nuqayah, dan menjalaskan duduk persolannya, akhirnya Pesantren An-Nuqayah menyadari kerjasama dengan KKM dan tetap berada dibawah naungan Kemenag,” ungkapnya.
Apalagi munculnya keberatan terhadap sumbangan untuk Aksioma berasal dari Kepala Sekolah Mts I An-Nuqayah yang baru menjabat tiga bulan yang lalu. Sehingga kasek baru tidak tahu bilamana ada kesepakatan antar kepala sekolah sebelumnya terhadap kegiatan Aksioma tersebut. ”Kami harap ini tidak berbuntut panjang, dan tidak sampai ada istilah memisahkan diri. Karena kalau itu terjadi, akan merugikan kedua belah pihak,” katanya
Pengurus Pesantren An-Nuqayah bagian Kepesantrenan A Naqib Hasan, membenarkan perihal tersebut, dan pihaknya bersama pengurus pesantren yang lain, sepakat untuk tidak pindah naungan. ”Memang benar, Kepala Kemenag Sumenep datang ke sini, mereka menjelaskan persoalan dan menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya. Setelah itu, kami pengurus Ponpes An-Nuqayah, sepakat tetap berada dibawah naungan Kemenag,” ungkapnya.
Untuk diketahui, sejumlah madrasah dibawah naungan Ponpes An-Nuqayah, Guluk-Guluk, mengancam akan pisah  dari naungan kemang. Itu disebabkan, madrasah di pondok terbesar di Sumenep itu merasa ditekan membayar uang sumbangan untuk kegiatan Aksioma.
Adapun sumbangan yang harus dibayar masing-masing siswa MTs Rp 10 ribu dan Rp 16 ribu untuk tingkat MA. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons