» » Tebing Jalan Longsor, Satu Rumah Nyaris Roboh

Tebing Jalan Longsor, Satu Rumah Nyaris Roboh

Penulis By on Senin, 09 Februari 2015 |



            SUMENEP – Satu rumah di Dusun Paar Pereng, Desa Bila Pora Rebba, Kecamatan Lenteng, nyaris ambruk karena tergerus longsor. Padahal tebing sepanjang kurang lebih 70 meter itu, baru dibanguan sejak pertenghan tahun 2013 yang lalu.
            Jubriyanto salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan, kejadian tersebut akibat faktor alam. ”Kejadian ini sudah tiga hari yang lalu, yakni saat hujan turun selama
kurang lebih lima jam. Mungkin tebing hancur karena tidak kuat menahan serapan air yang keluar dari permukaan bumi,” katanya
            Menurut Jubri, kejadian tersebut merupakan kejadian yang pertamakalinya. Sebab, sebelumnya selalu diguyur hujan tidak pernah terjadi longsor. ”Alhamdulillah kejiadn itu tidak sampai ada korban jiwa. Tapi rumah warga nyaris terhanyut. Selain itu, bahkan materialnya sempat menutupi jalan raya yang biasa dilewati warga saat beraktifitas sehari-hari,” terangnya
            Karena jalan sudah tertutup dan tidak bsia dilewati, maka sejumlah warga keesokan harinya secara gotong royong membersihkan material tebiung tersebut. Sehingga, saat ini kondisi jalan sudah bisa dilalui.
Kendati demikian, pihaknya mengajurkan untuk selalu berhati-hati apabila melewati jalan tersebut. Sebab, jalannya dalam kondisi licin karena sebagian jalannya masih tertimbun tanah. ”Yang kami hawatirkan, jika ini tidak segera diperbaikai, akan terjadi longsong kembali. Karena dilihat dari tebingnya sudah banyak yang mulai renggang,” terangnya
            Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, R Syaiful Arifin membenarkan kejadian tersebut. Bahkan dirinya bersama PU (Pekerjaan Umum) Bina Marga telah melakukan peninjauan ke lokasi tersebut. ”Benar kejadian itu, kami bersama petugas PU sudah ke lokasi dan itu sudah dilakukan pengukuran untuk diusulkan agar dianggrakn dalam APBD (Aanggran pendatan belanja daerah) untuk dilakukan pembangunan kembali,” katanya
            Bahkan, pihaknya tidak hanya melakukan pengukuran  di Dusun Pasar Pereng, namun pihaknya juga telah melakukan pembanguan di Dusun Pakacangan, Desa Bila Pora Rebba. ”Taksiran kerugian akibat benca alam itu diperkirakan mencapai Rp 140 juta,” terangnya
Saat ini pihaknya sedang menyusun rincian anggaran biaya untuk dua lokasi tersebut. Rincian biaya itu nantinya kan diuslkan kepala Bupati Sumenep A. Busyro Karim. ”Kalau tidak ada halangan, Insyaalah tiga hari lagi rincian kebutuhannya sudah kami usulkan kepada Bupati. Jika cepat ditanggapai, maka dipastikan pembanguan itu juga akan segea dilakukan,” tukasnya. (df)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons