SUMENEP – Satu rumah di Dusun Paar
Pereng, Desa Bila Pora Rebba, Kecamatan Lenteng, nyaris ambruk karena tergerus
longsor. Padahal tebing sepanjang kurang lebih 70 meter itu, baru dibanguan
sejak pertenghan tahun 2013 yang lalu.
Jubriyanto salah satu tokoh
masyarakat setempat mengatakan, kejadian tersebut akibat faktor alam. ”Kejadian
ini sudah tiga hari yang lalu, yakni saat hujan turun selama
kurang lebih lima
jam. Mungkin tebing hancur karena tidak kuat menahan serapan air yang keluar
dari permukaan bumi,” katanya
Menurut Jubri, kejadian tersebut
merupakan kejadian yang pertamakalinya. Sebab, sebelumnya selalu diguyur hujan
tidak pernah terjadi longsor. ”Alhamdulillah kejiadn itu tidak sampai ada
korban jiwa. Tapi rumah warga nyaris terhanyut. Selain itu, bahkan materialnya
sempat menutupi jalan raya yang biasa dilewati warga saat beraktifitas
sehari-hari,” terangnya
Karena jalan sudah tertutup dan
tidak bsia dilewati, maka sejumlah warga keesokan harinya secara gotong royong
membersihkan material tebiung tersebut. Sehingga, saat ini kondisi jalan sudah
bisa dilalui.
Kendati
demikian, pihaknya mengajurkan untuk selalu berhati-hati apabila melewati jalan
tersebut. Sebab, jalannya dalam kondisi licin karena sebagian jalannya masih
tertimbun tanah. ”Yang kami hawatirkan, jika ini tidak segera diperbaikai, akan
terjadi longsong kembali. Karena dilihat dari tebingnya sudah banyak yang mulai
renggang,” terangnya
Sementara Kepala
Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, R Syaiful Arifin membenarkan kejadian
tersebut. Bahkan dirinya bersama PU (Pekerjaan Umum) Bina Marga telah melakukan
peninjauan ke lokasi tersebut. ”Benar kejadian itu, kami bersama petugas PU
sudah ke lokasi dan itu sudah dilakukan pengukuran untuk diusulkan agar
dianggrakn dalam APBD (Aanggran pendatan belanja daerah) untuk dilakukan
pembangunan kembali,” katanya
Bahkan, pihaknya tidak hanya
melakukan pengukuran di Dusun Pasar
Pereng, namun pihaknya juga telah melakukan pembanguan di Dusun Pakacangan,
Desa Bila Pora Rebba. ”Taksiran kerugian akibat benca alam itu diperkirakan
mencapai Rp 140 juta,” terangnya
Saat ini pihaknya sedang menyusun rincian anggaran biaya untuk dua
lokasi tersebut. Rincian biaya itu nantinya kan diuslkan kepala Bupati Sumenep
A. Busyro Karim. ”Kalau tidak ada halangan, Insyaalah tiga hari lagi rincian kebutuhannya
sudah kami usulkan kepada Bupati. Jika cepat ditanggapai, maka dipastikan pembanguan
itu juga akan segea dilakukan,” tukasnya. (df)
