SUMENEP – Janji Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep
(DPKS) untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Sekolah Dasar (SDN) Pangarangan
III, rupanya tidak sekedar isu belaka. Buktinya, sejumlah fungsionaris DPKS
Sumenep, Rabu (4/2) telah mendatangi SDN Pangarangan III.
Maksud kedatangan mereka tiada lain untuk
mempertanyakan dugaan pemukulan oknum guru kepada sejumlah siswa. Dugaan pemukulan
itu atas dasar laporan wali murid melalui komite sekolah. Hanya saja saat
melakukan sidak DPKS tidak menemukan indikasi pemukulan seperti yang telah
dilaporkan oleh Komite sekolah ke DPKS tersebut.
Ketua DPKS M Kamalil Ersyad menjelaskan laporan yang
telah
disampaikan oleh Komite sekolah yang telah menuding jika ada oknum guru
telah melakukan pemukukan sangatlah tidak benar. Sebab, Berdasarkan informasi
yang diterima baik dari sekolah maupun dari siswa di sekolah tersebut tidak
pernah ada pemukulan yang dilakukan oleh oknum guru.
”Tadi saya sudah betratap muka langsung dengan siswa
kelas V B, ternyata mereka sangat ceria. Tidak ada mimik trauma atau ketakutan
seperti yang ditudingkan oleh komite,” katanya usai melakukan pertemuan dengan
pihak sekolah kemarin.
Menurutnya, pihaknya selaku bagian dari pengawas berharap
agar semua pihak dilingkungan sekolah untuk terus berkoordinasi. Hal itu perlu
dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalah fahaman antara masing-masing
pihak.
”Kami harap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua
pihak, terutama pengelola sekolah, baik pihak sekolah, komite, wali murid dan
pengawas harus bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah
ini,” harapnya.
Kepala SDN Pangaranan III Masrur Abadi mengaku siap
untuk menjalankan anjuran yang telah disampaikan oleh DPKS. Hanya saja dirinya
dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Sebab, selama dirinya menjabat sebagai kasek tidak
pernah mendapatkan keluhan adanya kasus pemukulan yang dilakukan oleh guru
terhadap salah satu siswa, seperti yang telah dilaporkan oleh Komite Sejkolah
kepala DPKS.
”Kalau teman-teman media tidak percya silahkan
wawancarai salah satu siswa kelas V B. Karena seperti yang kita dilihat
bersama, semua siswa di sini sangat ceria. Bahkan, saat mereka diajari ibu S
yang diduga melakukan pemukulan,” katanya
Ditanya soal laporan yang disampaikan oleh komite,
Masrur mengatakan tidak mengetahuinya. Selama ini komite tidak pernah
berkoordinasi dengan sekolah. ”Sebelum pertemuan ini saya tidak tahu isi
laporan tersebut. Sebab, kami tidak pernah diajak berkoordinasi soal itu,’”
katanya
Sementara Ketua komite SDN Panagran III Anis
mengatakan, laporan yang telah disampaikan itu, berdsarkan laporan dari wali
murid tentang adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru kepada
siswa. Kekerasan yang dilakukanit, dengan cara memukul anak didiknya ketika
berlangsungnya KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
Dikatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah siswa yang menjadi
korban tidak sedikit. Bahkan, akibat kejadian itu sampai menimbulkan rasa trauma
bagi siswa yang lain. ”Sesuai laporan yang kami terima. Tidak hanya satu siswa
yang menjadi korban, melainkan sampai lim orang,” katanya
Sesuai
laporan lebih dari lima siswa yang menjadi korban,” katanya.
Lebih lanjut Anis mengatakan, laporan yang telah
dilayangkan ke DPKS tersebut, memang sengja dilakukan. Bahkan lapran tersbut
tidak hanya dilaporkan ke DPKS melainkan ke sejumlah instansi yang mempunyai
kewengan dalam dunia pendidikan.
Hal itu
merupakan salah satu bentuk keperdulian dirinya agar kedepnnya kejadian
serupa tidak terulang kemabali. ”Laporan ini sebagai pelajaran agar sekolah
sigap dalam menengani persoalan yang terjadi dilingkungan sekolah,” tukasnya. (sf)
