» » Sidak DPKS Nihil : Kasek: Berkelit Tidak pernah berkoordinasi Soal pemukulan

Sidak DPKS Nihil : Kasek: Berkelit Tidak pernah berkoordinasi Soal pemukulan

Penulis By on Senin, 09 Februari 2015 |



SUMENEP – Janji Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) untuk melakukan inspeksi mendadak (Sidak) Sekolah Dasar (SDN) Pangarangan III, rupanya tidak sekedar isu belaka. Buktinya, sejumlah fungsionaris DPKS Sumenep, Rabu (4/2) telah mendatangi SDN Pangarangan III.
Maksud kedatangan mereka tiada lain untuk mempertanyakan dugaan pemukulan oknum guru kepada sejumlah siswa. Dugaan pemukulan itu atas dasar laporan wali murid melalui komite sekolah. Hanya saja saat melakukan sidak DPKS tidak menemukan indikasi pemukulan seperti yang telah dilaporkan oleh Komite sekolah ke DPKS tersebut.
Ketua DPKS M Kamalil Ersyad  menjelaskan laporan yang telah
disampaikan oleh Komite sekolah yang telah menuding jika ada oknum guru telah melakukan pemukukan sangatlah tidak benar. Sebab, Berdasarkan informasi yang diterima baik dari sekolah maupun dari siswa di sekolah tersebut tidak pernah ada pemukulan yang dilakukan oleh oknum guru.
”Tadi saya sudah betratap muka langsung dengan siswa kelas V B, ternyata mereka sangat ceria. Tidak ada mimik trauma atau ketakutan seperti yang ditudingkan oleh komite,” katanya usai melakukan pertemuan dengan pihak sekolah kemarin.
Menurutnya, pihaknya selaku bagian dari pengawas berharap agar semua pihak dilingkungan sekolah untuk terus berkoordinasi. Hal itu perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kesalah fahaman antara masing-masing pihak.
”Kami harap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, terutama pengelola sekolah, baik pihak sekolah, komite, wali murid dan pengawas harus bersinergi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah ini,” harapnya.
Kepala SDN Pangaranan III Masrur Abadi mengaku siap untuk menjalankan anjuran yang telah disampaikan oleh DPKS. Hanya saja dirinya dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Sebab, selama dirinya menjabat sebagai kasek tidak pernah mendapatkan keluhan adanya kasus pemukulan yang dilakukan oleh guru terhadap salah satu siswa, seperti yang telah dilaporkan oleh Komite Sejkolah kepala DPKS.
”Kalau teman-teman media tidak percya silahkan wawancarai salah satu siswa kelas V B. Karena seperti yang kita dilihat bersama, semua siswa di sini sangat ceria. Bahkan, saat mereka diajari ibu S yang diduga melakukan pemukulan,” katanya
Ditanya soal laporan yang disampaikan oleh komite, Masrur mengatakan tidak mengetahuinya. Selama ini komite tidak pernah berkoordinasi dengan sekolah. ”Sebelum pertemuan ini saya tidak tahu isi laporan tersebut. Sebab, kami tidak pernah diajak berkoordinasi soal itu,’” katanya
 Sementara Ketua komite SDN Panagran III Anis mengatakan, laporan yang telah disampaikan itu, berdsarkan laporan dari wali murid tentang adanya tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum guru kepada siswa. Kekerasan yang dilakukanit, dengan cara memukul anak didiknya ketika berlangsungnya KBM (Kegiatan Belajar Mengajar).
          Dikatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah siswa yang menjadi korban tidak sedikit. Bahkan, akibat kejadian itu sampai menimbulkan rasa trauma bagi siswa yang lain. ”Sesuai laporan yang kami terima. Tidak hanya satu siswa yang menjadi korban, melainkan sampai lim orang,” katanya
Sesuai laporan lebih dari lima siswa yang menjadi korban,” katanya.
Lebih lanjut Anis mengatakan, laporan yang telah dilayangkan ke DPKS tersebut, memang sengja dilakukan. Bahkan lapran tersbut tidak hanya dilaporkan ke DPKS melainkan ke sejumlah instansi yang mempunyai kewengan dalam dunia pendidikan.
Hal itu  merupakan salah satu bentuk keperdulian dirinya agar kedepnnya kejadian serupa tidak terulang kemabali. ”Laporan ini sebagai pelajaran agar sekolah sigap dalam menengani persoalan yang terjadi dilingkungan sekolah,” tukasnya. (sf)
         
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons