» » PERPU Membuat Partai Delimatis

PERPU Membuat Partai Delimatis

Penulis By on Minggu, 08 Februari 2015 |



SUMENEP – Dampak kenerja DPR RI yang sebagian pengamat menilai masih belum bekerja maksimal, membuat sejumlah partai di Daerah delimatas, utamanya bagi daerah yang akan melaksanakan pemilihan daerah tahun 2015. Pasalnya, hingga saat ini mikanisme pelaksanaan pesta demokrasi tingkat daerah masih buram.

Akibatanya sejumlah partai politik yang akan mengusung calon kepala daerah dalam bursa pilkada mendatang masih belum bisa menentukan figur yang akan diusungnya.

Sepertihalnya yang dikatakan oleh wakil ketua DPC PPP Sumenep Ahmad Salim.
Hingga saat ini paratai yang berlambabngkan ka’bah itu masih belum ada perbincangan terkait pencalonan pemilihan kepala daerah. ”Hingga saat ini kami masih belum sampai kesana (penentuan calon yang akan diusung). Apalagi saat ini mikansime pemilihannya masih belum ada kejelasan, karena masih digodok di DPRD RI,” katanya


Menrutut Salim jika nantinya mikansime pemilihan Biasanya, kata Abrori, Salah satu mekanisme yang dilakukan adalah dengan melakukan survei. Kemudian dari hasil survie tersebut akan dilakukan rengking, baru orang yang paling tinggi dan memenuhi kritiria lain, maka orang tersebut yang bakal diusung oleh partai nantinya.

”Sesuai meikanisme yang ada, penentuan calon itu dilakukan Penentuan itu dilakukan melalui rapat di internal partai. Salah satunya yakni melalui kesepakatan yang melibatkan pengurus anak cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Namun hingga saat ini masih belum dilakukan,” katanya

Kendati demikian, partai berlambangkan ka’bah itu dalam mengusung calon lebih mengutamakan kader partai dibandingkan non kader partai. ”Pada intinya siapa saja boleh berangkat dari PPP, namun kalau bukan kader partai, harus siap utnuk menjadi kader partai dan harus menaati semua aturan yang ada,” ungkapnya

Bakn sat ”Sesuai meikanisme yang ada, penentuan calon itu dilakukan Penentuan itu dilakukan melalui rapat di internal partai. Salah satunya yakni melalui kesepakatan yang melibatkan pengurus anak cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Namun hingga saat ini masih belum dilakukan,” katanya

Kendati demikian, partai berlambangkan ka’bah itu dalam mengusung calon lebih mengutamakan kader partai dibandingkan non kader partai. ”Pada intinya siapa saja boleh berangkat dari PPP, namun kalau bukan kader partai, harus siap utnuk menjadi kader partai dan harus menaati semua aturan yang ada,” ungkapnya

Belum jelasnya mikanisme tersebut akibat juknis yang ditetapkan oleh pemerintah pusat masih belum ada kejelasan. Jika pemilihan kepala daerah memakai UU MD3 maka pemilihan kepala daerah akan dilaksanakan melalui DPR. Jika UU MD3 dibatalkan dan PERPU yang diajukan oleh mantan presiden RI Ke 6 Susilo Bambang Yudoyono (SBY) disetujui oleh Anggota DPR RI maka pemilihan kepala daerah akan dilakukan oleh masyarakat

Hanya saja jika PERPU tersebut disahkan maka yang akan dipilih hanya kepala daerah saja, sementara wakil akan dilakakukan penunjukan oleh kepala daerah terpilih.

Lebih lanjut salim mengatakan dalam menetukan calon yang bakal dusung dalam bursa pilkada mendatang, semua partai mempunyai mekanisme tersendiri, termasuk parati PPP.


”Sesuai meikanisme yang ada, penentuan calon itu dilakukan Penentuan itu dilakukan melalui rapat di internal partai. Salah satunya yakni melalui kesepakatan yang melibatkan pengurus anak cabang (PAC) di tingkat kecamatan. Namun hingga saat ini masih belum dilakukan,” katanya

Kendati demikian, partai berlambangkan ka’bah itu dalam mengusung calon lebih mengutamakan kader partai dibandingkan non kader partai. ”Pada intinya siapa saja boleh berangkat dari PPP, namun kalau bukan kader partai, harus siap utnuk menjadi kader partai dan harus menaati semua aturan yang ada,” ungkapnya
Sekretaris DPC Partai Demokrat Syahrir Ridha berharap agar persoalan terssebut secepatanya bisa terselesaikan. Sebab, itu semua kan menjadi acuan bagi daerah yang akanmelakukan pemilihan. ”Bagaimana kami bisa mengambil sikap, jika mikanismenya masih belum ada. Kami yakin KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga masih menunggu perkembangan politik diatas. Apalah saat ini akan menggunakan PERPU atau MD3,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya mengaku akan menjunjung tinggi semua keputusan yang diahsilka oleh DPR RI. ”Kami sama-sama siap, mau dipilih oleh DPR siap, mau dipilih langsung oleh masyarkat kami lebih siap lagi,” ungkapnya.

Sementara untuk pencalona, saat ini partai berlambangkan merci tersebut sudah dilakukan. Bahkan figur yang diisukan akan diusung melalui partai berlambangkan merci itu sudah ada. ”Saat ini kami sudah membentuk tim sembilan. Tim sembilan ini yang kan menjaring siapa saja yang akan diusung dalam pilkada mendatang,” terangny

Menurutnya, tim sembilan tersebut melibatkan kepengurusan mulai tingkat DPP, DPD dan DPC. ”Yang jelas kami akan mengusung warga pribumi. Soalnya, mereka sudah banyak tahu soal pergolakan dan kondisi daerah,” ungkapnya.

Sementara wakil Ketua DPC PKB Sumenep Dul Siam mengatakan, jika partai PKB sudah sejak awal melakukan berbagai persiapan. Bahkan saat ini partai PKB sudah melakukan uji kepatutan. ”Kami sudah melakukan uji kepatutan terhadap salah satu calon, baik di tingkat DPW maupun ditingkat DPPP,” terangnya

Ditanya soal figur yang akan diusung, pihaknya lebih condong terhadap kader paratai incumbent. ”Kami kira incimbent masih layak untuk dipertahankan. Smeiga saja nanti partai bisa merekomendasikannya,” tukasnya. (fg)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons