SUMENEP – Meskipun Taman Bunga (TB) Sumenep, menjadi
ikon terbaik yang dimiliki Kabupaten Sumenep, namun hingga saat ini penataannya
terus mendapta dikeluhan dari sejumlah pengunjung. Pasalnya, penataan taman
yang mempunyai julukan taman adipura itu, masih semberaut.
”Penataannya masih belum sepedan dengan julukannya.
Selain kondisinya masih becek, dan juga masih belum nampak tanaman bunga khas
sumenep,” kata salah satu pengunjung asal Arjasa, Kebupaten Jember Maryam.
Hal senada juga dikatakan oleh Aktifis Gerakan
Rakyat Indonesia (Gerindo) Syarkawi. Dirinya menilai pemerintah
daerah masih setengah hati menata taman bunga.
Salah satu bukti, taman yang beada dipusat kota
sumenep itu, masih belum mempunya pembuangan air. Sehingga, saat musim
penghujan tiba, bundaran TB selalu digenagi air. ”Yang sangat disayangkan,
pembuangan airnya itu dibuang ke jalan raya. Padahal, itu sangat tidak baik,
karena bisa merusak jalan,” katanya
Menurutnya, mestinya pemerintah daerah melalui satker
yang menanganinya, yakni Kantor Kebersihan dan Pertamanan (KKP) segera bertindak
tegas. Yakni dengan cara membuatkan saluran air atau membuat pengesapan. ”Itu
memang perlu dilakukan. Sehingga, ketika musim hujan, bundaran TB tidak
digenangi air,” terangnya
Diyakini, genangan air jika dibiarkan terlalu lama,
berpotensi besar akan mengundang penyakit. Karena genangan air tersebut akan
menjadi tempat larpa atau sarang nyamuk saat bertelur.
Jika itu terjadi, akan berdampak terhadap kesehatan
arga setempat. Sebab, dimungkinkan sejumlah warga akan menderita sakit yang
disebabkan gigitan nayamuk, speerti penyakit DBD (Deman Berdsara Dengue) dan
juga penyakit malaria. ”Itu sudah pasti. Apalagi, airnya dalam kondisi kotor.
Sehingga, nyamuk akan terasa senang apabila berada di sana,” ungkapnya
Sementara Kepala KKP Sumenep Abdul
Wahid masih belum bisa memberikan penjelasan terkait soal tersebut. Sebab, saat
koran madura bertandang di tempat kerjanya, sekitar pukul 10.00, pihaknya
sedang tidak di kantor. Bahkan, saat dihubungi melalui telepon selulernuya
sampai berita ini diturnkan masih belum ada tanggapan. (di)
