SUMENEP- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Fron Aksi
Mahasiswa Sumekar (Fam's) kembali turun jalan, Kamis (12/2). Mereka menuntut
bupati agar tegas dalam menyikapi semua persoalan yang terjadi di internal PT. Wust.
Bahkan merkea meminita agar direktur PT Wus Sittrul Arsyi dicopt dari
jabatannya.
”Selama ini pengelolaan PT Wus tidak jelas. Buktinya setiap
tahunnya selalu mengalami kerugian. Padahal sering mendapatkan suntikan dana
dari pemerintah setempat. Maknya kami minta Direktrunya dicopot saja,” kata
korrdinator aksi Hazmi.
PT Wust merupakan salah satu Badan Milik Daerah (BUMD)
yang bergerak salah satunya dibaidang Stasiun Pengisian Bahan (SPBU)
Dalam aksinya, mereka menuntut agar direktur PT. Wus
turun dari jabatannya. Pasalnya, mereka menuding, sejak tahun 2012 lalu, PT.
Wus selalu mengalami kerugian sehingga sumbangsinya terhadap pendapatan asli
daerah (PAD) tak jelas.
Namun, di depan kantor Badan Usaha Milik Daerah itu
para
pendemu tidak ditemui oleh yang bersangkutan ataupun perwakilannya.
Sehingga mereka mengaku kecewa dan menuding pihak PT. Wus sengaja menghidar
dari mereka.
"Yang jelas kecewa. Karena ini bukan aksi kami
yang pertama. Tapi sudah yang kesekian kalinya, namun tak pernah ditemui.
Mungkin mereka sengaja menghindar dari kami," kata Hazmi.
Karena tak ditemui siapapun, akhirnya para pendemo
meneruskan aksinya ke kantor Pemkab Sumenep. Di kantor Pemkab, mereka menuntut
Bupati segera mencopot jabatan direktur PT. Wus. "Kami meminta Bupati
tegas menyikapi persoalan ini. Bupati harus mencopot direktur PT. Wus dari
jabatannya," ujar Hazmi.
Namun, jika Bupati Sumenep yang juga berstatus pemilik
saham terbesar di PT. Wus tidak memecat direktur PT. Wus, mereka curigai bahwa
antara Pemkab dan direktur PT. Wus telah melakukan konspirasi.
Sementara itu, menurut Tim Monitoring yang menemui
mahasiswa kemarin, Moh. Hanafi, selama ini dari pihak Pemkab Sumenep sudah
melakukan pembenahan manajemen PT. Wus sejak tahun 2012 silam. Menurutnya, di
tahun 2015 ini pihaknya juga akan melakukan evaluasi.
Untuk diketahui, berdasarkan press releace yang
mahasiswa bagi-bagikan, direktur PT. Wus ditengarai memiliki aset di luar
kapasitas pendapatan sebagai direktur, yang ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Di antara aset direktur PT. Wus yang ada dalam
selebaran yang dibagikan oleh mahasiswa, yaitu memiliki SPDN di Pamekasan; toko
di Bangselok Sumenep seharaga Rp. 350 juta; rumah di Bangselok Sumenep seharga
Rp. 250 juta; rumah di Perumahan Bumi Sumekar dengan harga kurang lebih Rp. 400
juta. (df)
