SUMENEP – Mencuatanya dugaan penyelewengan beras untuk
keluarga miskin (Raskin) di Desa Guluk-Guluk terus terus menuai protes dari
warga setempat. Bahkan, hari ini Kamis (11/12) sejumlah warga Desa/Kecamatan
Guluk-Guluk akan melaporkan dugaan aksi penyelewengan raskin kepada Kejaksaan
Negeri (Kejari) dan Polres Sumenep.
Salah satu warga Desa/Kecamatan Guluk-Guluk Subli Bangal mengatakan, laporan
yang akan disampaikan kepada daua institusi penegak hukum itu, terkait dugaan
penyelewengan yang dilakukan oleh kades Desa Guluk-Guluk Ikbal.
Versi mereka, tindakan yang dilakukan oleh Ikbal
selama ini sudah masuk kriteria tindak pidana korupsi, sebab kades yang
terpilih dalam pesta demokrasi untuk kedua kalinya itu, sudah nayata tidak memberikan
raskin kepada yang menerima. ”Sesuai kesepakatan kami bersama, besok (hari ini)
akan melaporkan ke polres dan kejaksaan terkait dugaan penyelewengan raskin
yang dilakukan oleh kades Desa Guluk-Guluk,” katanya
Menurut Subli panggilan akrabnya Subli Bangal, saat ini dirinya bersama warga
yang lain sedang menyaiapkan berkas untuk melaporkan kasus dugaan penyelewengan
tersebut. Salah satunya, meproses surat pernyataan beberapa warga yang masuk
dalam daftar penerima manfaat (DPM), jika yang bersangkutan tidak pernah
mendapatkan bantuan raskin secara utuh dalam satu tahun.
Sesuai peraturan yang ada, penebusan
dan realisasi raskin tersebut harus dilakukan setuap bulan. Hanya saja untuk
desa Guluk-Guluk dalam setahun rata-rata raskin yang diberikan kepada warga
hanya dua kali. Bahkan, pada 2014 dana yang diberikan kepada warga hanya satu
kali, sedangkan jumlah raskin yang dicairkan hanya sekitar empat kilogram.
Mestinya, setiap bulannya setiap warga miskin menerima
bersa sebanyak 15 kilogram dengan uang tebusan Rp 1.600 pekilogramnya.
”Berkasnya kami sudah siapakn, dan warga disni sudah
sepakat untuk melaporka ke polres dan kejaksaan. Bahkn besok juga kami akan
melakukan aksi di kantor DPRD,” terannya
Untuk diketahui, Senin (8/12) ratusan warga di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk berunjuk rasa dikantor kecamatan setempat. Mereka mempertanyakan bantuan raskin yang selama ini tidak pernah mereka dapatkan. Padahal mereka sudah tercatat dalam DPM yang dikeluarkan pemerintah. (di/fa)
Untuk diketahui, Senin (8/12) ratusan warga di Desa/Kecamatan Guluk-Guluk berunjuk rasa dikantor kecamatan setempat. Mereka mempertanyakan bantuan raskin yang selama ini tidak pernah mereka dapatkan. Padahal mereka sudah tercatat dalam DPM yang dikeluarkan pemerintah. (di/fa)
