» » Tiga Lokasi Penyebaran HIV/AIDS

Tiga Lokasi Penyebaran HIV/AIDS

Penulis By on Senin, 01 Desember 2014 |



            Menanggapi aksi sejumlah mahasiswa itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep juga angkat bicara. Bahkan, berdasarkan data dai Dinkes, penyebaran virus meamatikan itu berada di tiga lokasi. Yakni sepanjang pantura, mulai dari Kecamatan Pasongsongan, Kecamatan Ambunten, Dasuk sampai Kecaman Batu Putih.
Selain itu juga, yang rawan penyebaran paenyakit HIV/AIDS di semua kepulauan sumenep, serta di daerah bagian selatan Sumenep, meliputi Kecamtan Pragaan, Kecamatan Bluto, Kecamatan Saronggi dan Kecamtan Kota Sumenep. ”Sedangkan untuk daerah tengah masih sangat kecil potensi penyebarannya. Yakni hanya di Kecamatan Lenteng yang berhasil kami diteksi saat ini,” kata Kepala Dinkes Sumenep dr. A. Fatoni.
 Sementara untuk jumlah penderita panyekit meatikan itu, sejak tahun 2013 yang lalu telah mencapai 21 orang. Hanya saja sampai saat ini penderita penyakit tersebut terus mengali penurunan, hingga menelasng penutupan tahun 2014 penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sumenep hanya tinggal 13 orang. ”Delapan orang lainnya sudah meninggal dunia,” tambah Fatoni.
Dia menjelaskan, penderita penyakit HIV/AIDS di Kabpaten ujung tmur pulau madura ini,
mayoritas warga yang pernah bekerja di luar daerah, salah satunya Kalimantan dan Malaysia. Namun pihaknya juga tidak menampik jika sebagian warga sumenepada yeng mendarita walaupun tidak bejkerja di luar dearah. Hal itu disebabkan karena seringnya kontak ganti pasangan saat mlakukan hubungan intim.
Sebagai langkah awal untuk menekan peredaran penyakit metikan itu, pihaknya mengaku telah melakukan pembinaan terhadap sejumlah petugas yang berada di Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) yang berada di Kecamtan.
Petugas yang sudah terlatih itu, bertugas untuk memantau secara intensif para penderita HIV/AIDS itu, termasuk suami/istrinya, karena mereka menjadi kelompok yang rentan terkena penyakit tersebut. ”Jadi, kalau sudah ditemukan terjaring penyakit HIV, maka kami melakukan sosialisai secara intensif terhadap keluarganya. Sehingga, penyebaran itu bisa terelakkan,” ungkapnya
Sementara tanda-tanda menularnya penyakit mematikan itu, salah satunya menrut Fatoni, kondisi fisiknya melemah akibat terserang batuk secara berkelanjuta, diare secara terus menerus sehingga sehingga perkembangan tubuhnya menjadi terhambat, hingga pada akhirnya kurus dan mati. ”Kalau penybarannya hanya bisa melalui cairan yang ada DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) nya, seperti melalui darah dan hubungan intim,” tukasnya. (di/fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons