» » Pemeirntah Terkesan Acuhkan Konsultan Lokal

Pemeirntah Terkesan Acuhkan Konsultan Lokal

Penulis By on Rabu, 03 Desember 2014 |


SUEMNEP – Koordinator Konsultan Sumenep A. Novel menilai Pemerintah Daerah lebih mengutamakan konsultas luar daerah dari pada jasa konsultan yang berada di daerah kabupaten sumenep dalam setiap pelaksanaan proyek yang fisik.
Berdsarkan analisa yang dilakukan mantan Advokat senior itu, dalam penggunaan APBD (Anggran Pendapatan Belanja Daerah) sekitar Rp 100 miliar yang menggunakan jasa konsultan loka hanya diperkirakan 1 persen. Selebihnya 99 persen lainnya menggunakan jasa konsultan luar daerah.
”Jadi, kalau kit ahitung, maka setiap pekerjaan proyek lebih banyak menggunakan jasa konsultan luar daerah,” kata Novel.
Menurutnya, penggunaan konsultan luar tidak hanya dilakukan pada proyek besar. Melainkan sejumlah proyek kecil dengan anggaran puluhan juta juga menggunakan jasa dari luar daerh.
Adanya hal seperti itu, lanjut Novel sudah menunjukkan jika perhatian pemerintah terhadap jasa konsultan lokal minim. Padahal, kalau dilihat dari sumber daya manusia  (SDM) yang dimiliki
tidak kalah saing dengan para konsultan luar. ”Ini juga bisa menghambat terhadap kaderisasi para sarjana tehnik dan lulusan SMK,” katanya.
Keadaan seperti itu kata Novel perlu pemerintah daerah untuk melakukan rekonstruksi ualang. Sebab, penggunaan konsultan luar daerah lebih besar sisi nigatifnya dibadningkan sisi postifinya.
Salah satunya, dari segi pengawasan yang cenderung kurang maksimal. Sehingga, banyak proyek yang tidak selesai tepat waktu karena yang diakibatkan dari konsultan.
 Selain itu, pemkaian konsultan luar rentan difiktifkan. Engan modus satuan perangkat daerah (SKPD) meminjam nama konsultan dengan kompensasi yang telah disepakati. Sementara pengawasannya dilakukan oleh SKPD pengguna anggaran. ”Itu tidak hanya dilakuan disalah satu SKPD saja, melainkan hampir semua SKPD menggunakan modus yang sama. Kalau tidak percaya kami siap untuk membeberkan beserta data dan bukti autentiknya,” terangnya
Kondisi seperti dibenarkan oleh Wakil Ketua komisi C DPRD Sumenep  Dwita Andriani. Bahkan dirinya sering mendapat keluahn dari para kosultan lokal. Sebab, saat ini SKPD sering kali menggunan jasa konsultan luar. ”Tidak hanya satu dua konsultan yang mengeluhkan persoalan itu, banyak konsultan yang mengeluh pada kami,” katanya
Sebagai langkah awal, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Termasuk dugaan SKPD yang ahanya meminjam jasa konsultan. ”yang jelas semua keluhan kami akan tampung. Dan pasti kami akan tindak lanjuti. Jika semua itu benar berarti dinas sudah main-main dalam pekerjaan proyek, termasuk jasa konsultannya,” ungkapnya.
Sementara Sekretaris Darah Kabupaten (Sekdakab) Sumenep Hadi Soetarto enngan untuk menanggapi hal itu. Sebab saat dihubungi melalui telepon selulernya sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan. (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons