» » Diduga Buku DAK Menyeruap Di kantor Ansor

Diduga Buku DAK Menyeruap Di kantor Ansor

Penulis By on Kamis, 18 Desember 2014 |



SUMENEP- Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menemukan tumpukan buku yang dibungkus kardus di kantor GP. Ansor Cabang Sumenep kemarin, Selasa (16/12). Diduga, tumpukan buku tersebut menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010. Pasalnya, dalam tiap kardus terdapat bacaan DAK tahun 2010.
 Salah seorang anggota DPKS, Ach. Novel menceritakan, kemarin pagi, sekitar pukul 07.30 pihaknya mendapat laporan dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) bahwa ada banyak tumpukan buku di kantor GP. Ansor Sumenep. Mendengar laporan tersebut, ia mengaku langsung menuju lokasi.
 Setibanya di lokasi, menurut Novel, pihaknya benar menemukan banyak tumpukan buku. Lebih lanjut ia menceritakan, tumpukan buku tersebut dibungkus kardus dan dalam tiap kardus tersebut terdapat bacaan DAK tahun 2010. “Banyak sekali. Kemungkinan satu truk,” tuturnya kepada 
 Sejauh ini, pihaknya mengaku masih belum bisa mengambil kesimpulan,
tumpukan buku itu apakah merupakan buku anggaran DAK tahun 2010 yang ditanderkan tahun 2014, atau memang tumpukan buku tersebut ditanderkan 2010 hanya tak didistribusikan kepada para penerimanya. “Saya masih belu mengetahuinya,” pungkasnya lebih lanjut.
 Oleh sebab itu, pihaknya akan mengklarifikasi tumpukan buku tersebut kepada pihak Dnas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep. Menurutnya, jika ternyata buku tersebut memang menggunakan anggaran DAK tahun 2010 dan ditenderkan tahun 2010 tapi tak didistribusikan, maka itu merupakan pelanggaran dan sangat menyalahi aturan yang berlaku.
 “Namun jika buku itu ternyata ditanderkan tahun ini, maka harapan kami, buku tersebut segera didistribusikan kepada yang berhak menerimanya, mumpung masih ada waktu sekitar beberapa hari lagi. Karena kalau sampai lewat tahun 2014 maka itu juga menyalahi aturan,” tukasnya
 Dikatakan Novel, hingga kemarin tumpukan buku itu masih berada di kantor GP. Ansor Sumenep. “Tapi saya tidak bisa memastikan, apakah buku itu sudah dipindah atau masih tetap. Karena biasanya kalau kejadian semacam itu akan segera dipindahkan.Apalagi tadi (waktu menemukan, red.) ada banyak LSM di sana,” lanjutnya. 
Sementara itu, kepala Disdik Sumenep, A. Sadik mengaku tidak tahu ada tumpukan buku DAK tahun 2010 di kantor Ansor. Karenanya, ia enggan berkomentar lebih jauh tentang temuan DPKS tersebut. “Saya masih belum tahu duduk persoalannya. Jadi saya tidak bisa membuat statemen. Saya akan cross cek dulu ke lapangan,” katanya singkat.]
Sementara Ketua Ansor Sumenep Moh. Muhri membenarkan jika ada tumpukan buku di kantor Ansor Sumenep. Namun dinirnya tidak tahu menahu jika buku tersebut merupakan buku DAK Disdik tahun 2010. "Memang ada tumpukan buku, namun itu buku titipn dari teman saja dari jogja," katanya. (a/d)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons