SUMENEP- Dewan Pendidikan Kabupaten
Sumenep (DPKS) menemukan tumpukan buku yang dibungkus kardus di kantor GP.
Ansor Cabang Sumenep kemarin, Selasa (16/12). Diduga, tumpukan buku tersebut
menggunakan anggaran dana alokasi khusus (DAK) tahun 2010. Pasalnya, dalam tiap
kardus terdapat bacaan DAK tahun 2010.
Salah seorang
anggota DPKS, Ach. Novel menceritakan, kemarin pagi, sekitar pukul 07.30 pihaknya mendapat
laporan dari salah satu lembaga swadaya masyarakat (LSM) bahwa ada banyak
tumpukan buku di kantor GP. Ansor Sumenep. Mendengar laporan tersebut, ia
mengaku langsung menuju lokasi.
Setibanya di
lokasi, menurut Novel,
pihaknya benar menemukan banyak tumpukan buku. Lebih lanjut ia menceritakan,
tumpukan buku tersebut dibungkus kardus dan dalam tiap kardus tersebut terdapat
bacaan DAK tahun 2010. “Banyak sekali. Kemungkinan satu truk,” tuturnya kepada
Sejauh ini,
pihaknya mengaku masih belum bisa mengambil kesimpulan,
tumpukan buku itu apakah
merupakan buku anggaran DAK tahun 2010 yang ditanderkan tahun 2014, atau memang
tumpukan buku tersebut ditanderkan 2010 hanya tak didistribusikan kepada para
penerimanya. “Saya masih belu mengetahuinya,” pungkasnya lebih lanjut.
Oleh sebab
itu, pihaknya akan mengklarifikasi tumpukan buku tersebut kepada pihak Dnas
Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep. Menurutnya, jika ternyata buku tersebut
memang menggunakan anggaran DAK tahun 2010 dan ditenderkan tahun 2010 tapi tak
didistribusikan, maka itu merupakan pelanggaran dan sangat menyalahi aturan
yang berlaku.
“Namun jika
buku itu ternyata ditanderkan tahun ini, maka harapan kami, buku tersebut
segera didistribusikan kepada yang berhak menerimanya, mumpung masih ada waktu
sekitar beberapa hari lagi. Karena kalau sampai lewat tahun 2014 maka itu juga
menyalahi aturan,” tukasnya
Dikatakan Novel,
hingga kemarin tumpukan buku itu masih berada di kantor GP. Ansor Sumenep. “Tapi
saya tidak bisa memastikan, apakah buku itu sudah dipindah atau masih tetap.
Karena biasanya kalau kejadian semacam itu akan segera dipindahkan.Apalagi tadi
(waktu menemukan, red.) ada banyak LSM di sana,” lanjutnya.
Sementara itu, kepala Disdik Sumenep, A. Sadik mengaku tidak tahu ada tumpukan
buku DAK tahun 2010 di kantor Ansor. Karenanya, ia enggan berkomentar lebih
jauh tentang temuan DPKS tersebut. “Saya masih belum tahu duduk persoalannya.
Jadi saya tidak bisa membuat statemen. Saya akan cross cek dulu ke lapangan,”
katanya singkat.]
Sementara Ketua Ansor Sumenep Moh. Muhri membenarkan jika ada tumpukan buku di kantor Ansor Sumenep. Namun dinirnya tidak tahu menahu jika buku tersebut merupakan buku DAK Disdik tahun 2010. "Memang ada tumpukan buku, namun itu buku titipn dari teman saja dari jogja," katanya. (a/d)

.jpg)