SUMENEP - Terkuaknya dugaan penyimpangan
pendistribusian beras khusus warga miskin (Raskin) Desa/Kecamatan Guluk-Guluk,
yang hingga menggelinding ke meja penegak hukum, membuat kalangan anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) angkat bicara. Bahkan Wakil pimpinan DPRD
setempat Huzaini Adhim, berjanji akan ikut serta melakukan pengawalan hingga
proses hukumnya benar-bemar tuntas hingga akar permasalahan.
"Tentunya kami siap untuk mengawal persoalan itu
hingga tuntas. Karena jika benar
tindakan itu tidak benar. Sebab, dengan alasan
dan bentuk apapun yang namanya bantuan pemerintah, itu harus sampai pada yang
berhak," katanya.
Bahkan lanjut politisi Partai Amanat Nasional (PAN)
asal dapil (daerah pemilihan) tiga itu, dirinya selaku yang membidangi komisi A
beserta sebagian Anggota Komisi A DPRD Sumenep, mengaku siap mengawal dugaan
kasus yang sudah menggelinding ke kemeja penegak hukum, yakni polres dan
kejaksaannegeri (kejari) Sumenep.
"Kami sudah memberikan rekomendasi, jika
persoalan itu masuk ranah kriminal kami anjurlan untuk dilaporkan ke polres.
Dan jika persoalan itu masuk ke ranah tipikor (tindak pidana korupsi), maka
dianjurkan untuk melaporkan ke kejaksaan (kejaksaan negeri). Kami selaku wakil
rakyat siap untuk mengawalnya," terangnya.
Oleh sebab itu, pihaknya berharap penegak hukum dalam
memproses kasus tersebut agar tidak terpengaruh adanya isu dibawah. Termasuk
ancaman yang dilakukan oleh pihak manapun. Sebab, kalau itu terjadi, pihaknya
khawatir dapat mencontreng nama baik institusi penegak hukum itu sendiri.
Sebab, berdasarkan laporan yang telah diterima di
Komisi A beberpa hari yang lalu, kasus itu dinilai telah merugikan warga
setempat. "Jangan karena faktor kedekatan dan lain semacamnya, sehingga
penangan kasus tersebut menjadi mandek ditengah jalan," katanya.
Sementara Kapolres Sumenep AKBP Marjoko masih belum
bis dimintai keterangan terkaiut langkah yang kan ditempuh kedepan. Sebab saat
dihubungi melalui telepon seluernya pihaknya sampai berita ini diturunan masih
belum ada respon. Begitu pula dengan Kaubag Humas Polres Sumenep AKP Jaiman.
Sebelumnya, Wakapolres Sumenep Hadi Prayitno mengakui
jika beberapa hari yang lalu memang sejumlah warga Desa/Kecamatan Guluk-Guluk
melaporkan terkait dugaan penyelewengan bantuan raskin. Bahlan saat ini
pihaknya mengaku masih akan mengkaji lebih dalam terkait laporan yang
disampaikan warga ke meja polres tersebut. ”Kami akan pelajari dulu, baru kalau
sudah cukup bukti, pasti kami akan tidkan lanjuti, kalau masih belum maka kami
tidak bias berbuat papa sampai alat bukti itu dilengkapi,” terangnya. (rah/di)
