» » Benteng Belanda Berubah Jadi Kandang Sapi

Benteng Belanda Berubah Jadi Kandang Sapi

Penulis By on Minggu, 23 November 2014 |


SUMENEP – Kondisi benteng belanda yang berada di Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, sangat meprihatinkan. Selain kondisinya sudah tidak terawat dipenuhi semak blukar, didalam benteng tersebut ditempati puluhan sapi dan kambing.
Informasinya, benteng belanda di Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, dibangun oleh orang belanda sekitar tahun 1785 dengan luas area pekarangan seluas 12.765 M2. Bangunan tua tersebut, pada tangal 31 Oktober 2001 yang lalu pernah diresmikan sebagai banguan peninggalan belanda oleh Bupati Sumenep Moh. Ramdlan Siraj.
Hanya saja walaupun sudah diresmikan oleh Eks Bupati Sumenep tersebut, tampaknya perawatannya masih kurang maksimal. Padahal, pada tahun 2003 yang lalu,  peninggalan sejarah itu  menjadi salah satu cagar budaya di bawah pengawasan Badan Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto.
Tidak hanya itu, di luar benteng Belanda, terdapat komplek pemakaman Belanda yang dibangun sekitar tahun 1933 silam. Hanya saat ini kondisi makam tersebut juga tampak tidak terawat.
Bahkan keberadaan benteng tersebut saat ini dicaplok oleh Dinas Peternakan pemerintah provinsi jawa.
”Didalam tidak ada isinya, yang ada hanya sapi dan kambing. Karena ini sudah milik Pemprov Jatim, dan disini ada petugas UPT (Unit Pengelola Tekhnis) yang bertugas,” kata salah satu penjaganya yang tidak mau disebutkan namanya.
Menurutnya, didalam benteng tersebut jumlah sapi milik pemerintah tersebut berjumlah sebanyak 13 ekor. ”Kalau sapinya banyak, sekitar 13 ekor, kalau kambingnya lebih banyak lagi,” terangnya
Minimnya perawatan tersebut juga diakui oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep Totok Febriyanto. Menurutnya, belum dilakukannya perawatan tersebut, disebabkan banguan tua tersebut masih kewenagan pemerintah provinsi jawa timur. ”Hingga saat ini masih belum ada pelimpahan dari Pemprov, jadi kami tidak bisa melakuka perawatan,” dalihnya.
Kendati demikian, pihaknya selaku yang membidangi salah satunya tentang kabudayaan, akan terus berusaha agar keberadaan benteng tersebut kembali menjadi wawenang pemerintah daerah. ”Kami tidak akan tinggal diam, kami akan terus berusaha agar pemerintah provinsi secepatnya melimpahkan. Sehingga, pemerintah daerah bisa merawatna,” terangnya
Sebab, lanjut Eks Kepala Kantor Kebersiahan dan Pertamanan (KKP) itu, jika tidak secepatnya dilimpahkan kepada pemerintah daerah, dikhawatirkan akan musnah karena termakan usia. ”Kalau tidak ada perawatan, jelas akan musnah dengan sendirinya,” tukasnya. (di/fa)  
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons