Newsdaerah Sumenep – Rencana pembangunan bandar
udara (bandara) di Desa Paseraman, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten
Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang direncanakan dibangun tahun 2015 hanya isapan
jempol belaka. Buktinya, hingga awal tahun 2016 pembangunan landasan pesawat
perintis tersebut belum juga dilakukan.
M. Syukri Tokoh Masyarakat Pulau Kangean, mengatakan,
pembangunan bandara di Pulau Kangean, di rencanakan akan dilakukan pada tahun
ini. ”Harapan kami akhir tahun ini bisa beroperasi,” katanya.
Pria yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Komisi III
DPRD Sumenep itu mengungkapkan, harapan warga itu harus terpendam, pasalnya
untuk pembangunannya diperkirakan membutuhkan waktu selama dua tahun. Selain
itu, saat ini untuk komirsialisasi bandara yang belum selesai dibangun, belum
mendapatkan izin dari pemerintah pusat.
”Kalau izin penlok (penetapan lokasi) sudah ada. Tapi
untuk izin yang lain informasinya masih dalam proses penyelesaian,” terangnya.
Sebagai wakil rakyat di gedung parlemen, dirinya
menginginkan agar pembangunan tersebut segera diselesaikan. Karena transportasi
rute kepulauan saat ini sangat minim.
Minimnya transportasi tersebut tidak hanya berimbas
terhadap lambannya perekonomian warga, melainkan pelayanan yang diberikan oleh
Pemerintah Daerah juga tidak maksimal.
Dia mencontohkan, Senin (25/1) sekitar pukul 23.10 WIB,
Suyati (24) warga Desa Sambakati, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, meninggal
dunia saat hendak dirujuk ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Dr. Moh. Anwar, yang
lokasinya berada di Pusat Kota Sumekar.
Saat itu, korban yang divonis terkena penyakit menderita
gagal ginjal kronis (GGK) hendak dirujuk ke RSD Dr. Moh. Anwar, menggunakan
kapal Darma Bakti Sumekar (DBS) dari pelabuhan Batu Guluk Kecamatan Arjasa,
Pulau Kangean. Sayangnya sesampainya ditengah perjalanan, yakni di perairan Gowa-Gowa
nyawa pasien tidak tertolong.
”Warga Kepulauan merasa terpukul dengan adanya peristiwa
itu. Karena menunjukkan lemahnya pelayanan kesehatan dan juga minimnya
transportasi yang diberikan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Terpisah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep,
Hadi Soetarto, mengatakan, untuk pembebasan lahan saat ini sudah direalisasikan
pada akhir tahun 2015.
Sehingga kedepan Pemerintah Daerah akan fokus untuk
melakukan pembangunan sejumlah fasilitas, seperti infrastrukur di sekitar bandara
tersebut. Pembangunan itu direncanakan akan dimulai tahun ini.
”Kalau pembangunan bandara, seperti runway, akan
dilakukan oleh pemerintah pusat melalui dana APBN. Daerah hanya dipasrahkan
untuk menyediakan lahan saja,” tegasnya.


