SUMENEP, News Daerah – Kondisi kamtibmas di Desa/Kecamatan
Guluk-Guluk belum kondusip. Bahkan, pencurian hewan dengan kekerasan (Curwas)
semakin meraja lela. Buktinya, Ahad (17/5) satu ekor sapi milil H Baihaqi,
Warga Dusun Guluk-Guluk tengah Desa/Kecamatan Guluk-Guluk raib dibawa kabur
komplotan pencuri sekitar pukul 03.00 dini hari.
Informasinya, satu ekor sapi milik H Baiuhaki tersebut diembat
kawanan pencuri yang berjumlah lima orang. Hanya saja meskipun diketahui aksi
bejat itu, pemilik sapi tidak bisa berbuat banyak, sebab kawanan pencuri sempat
melembari bindet (Sejenis Bom Ikan) yang nyaris menimpa pemilik sapi.
”Memang benar tadi malam ada warga
yang kehilangan
sapi. Hingga saat ini masih belum diketamukan,” kata salahs atu tokoh pemuda
Desa/Kecamtan Guluk-Guluk, Mustafid.
Diceritakan, awal mula diketahui aksi bejat tersebut,
berawal saat pemilik sapi H Baihaqi akan menjengauk sapinya sekitar pukul 03.00
dini hari. Tapi alangkah tekejutnya saat masuk ke kandang sapinya yang
terletakd ibelaknag rumahnya itu, sapi betina miliknya sudah tidak ada.
Karena melihat sapinya sudah tidak ada di dalam
kandangnya, maka H. Baihaqi langsumng balik arah untuk mengejar pelaku. Tidak
lama kedmuaidn, dari adarah yang berlawanan, H Baihaqi melihat lima orang yang
sedang membawa sapi yang diduga miliknya.
Karena dirinya takut terjadi hal yang tidak diinginkan
terjadi pada dirinya, maka dirinya langsung berteriak maling dengan maksud
minta tolong pada warga yang lain. Seketika itu, puluhan warga langsung
menghampiri H Baihaqi dan langsung mengejar lima orang pelaku tersebut.
Sayangnya upaya yang dilakukan itu tidak membuahkan
hasil, sebab pelaku melemparkan bondet kearah warga saat melihat banyak orang
mengejarnya dari belakangnya. Sehingga, membuat jarak pandang warga terhambat,
dan kehilangan jejak.
Beruntung, meskipun dilempari bondet beberapa kali,
tidak ada satupun warga yang menjadi korban keserakhan kawanan tim pencuri
hewan tersebut. ”Meskpiun sempat kehilangan jejak, tapi wara tetap melakukan
pencarian. Namun, karena sudah tidak ditemukan, maka warga langsung balik ke
rumah korban,” terangnya.
Menurut Mustafit insiden curwan di Desanya itu,
bukanlah yang pertamakalinya, melainkan sudah berungkali terjadi. Hanya saja
dari pihak keamanan setempat terkesan didiamkan atau tutup mata.
Salah satu bukti, dari puluhan korban curwan tidak
satupun aparat kepolisan yang bisa mengungkap pencurinya. ”Karena selama ini
pihak kepolisan terkesan diam, maka warga enggan untul melaporkan setiap
terjadi aksi curwan,” terangnya.
Sementara itu Kapolsek Guluk-guluk Iptu Rasidy mengaku
belum mendapatkan laporan menganai kasus yang terjadi di wilayah hukumnya. Sehingga
dirinya belum bisa berkomentar. ”Saya cek dulu kepada anak buah saya,” katanya
singkat. (di/fa)


