SUMENEP – Keberadaan jalan poros Desa di Dusun/Desa Padikeh, Kecamatan Talango, Pulau Poteran,
dikeluhkan warga. Pasalnya, sejak puluhan tahun kondisi jalan penghubung antar
Desa Padikeh dengan Desa/Kecamatan Talango rusak parah.
Berdsarkan pantauan
dilapangan, kondisi jalan sepanjang kurang lebih 4 Kilo Meter tersebut sudah
banyak yang berlubang, bahkan sebagian bahan material aspalnya banyak yang
sudah kucar kacir akibat tidak adanya perbaikan dari pemerintah setempat. Akibatnya,
pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan tersebut, utamnya
saat musim hujan tiba. Sebab, jalan tersebu dikala musim penghujan sering
menjadi genangaan air hingga ketinggi sekitar 30 Cm atau setinggi mata kaki.
”Seingat kami, kondisi jalan ini memang sudah lama tidak
diperbaiki, makanya kondisinya
sampai separah ini,” kata Syaiful Anwar warga
setempat.
Hal senada juga dikatakan oleh Kepala Dusun/Desa Padekeh
Abdul Gandi. Menurutnya, sejak dirinya diangkat menjadi kepala Dusun, memnag
kondisi jalan sudah banyak yang rusak. Hanya saja kondisi seperti itu tidak ada
tanggapan serius dari pemerintah untuk diperbaiki. ”Kalau tidak salah,
pengaspalan ini dilakukan pada tahun 1997 yang lalu. Setelah itu, hingga saat
ini masih belum dilakukan perbaikan sama sekali, walaupun hanya tambal sulam,”
terangnya.
Dirinya sangat mengharap pada tahun 2015 mendataang
pemerintah bisa menyisakan anggaran untuk dilakukan perbaikan. Sebab, jalan
tersebut termasuk jalan alternatif yang sering dilalui warga setiap harinya. Utamanya,
saat warga memasok kebutuhan sehari-hari.
Demi kenyamana, phaknya juga meminta pemerintah memasang
drainase disepanjang jalan tersebut. Sebab, salah satu faktor utama yang
menyebakan jalan rusak karena tidak adanya saluran air. ”Harapan kami beserta warga demikian. Sehingga,
jalan tersebut ada perbaikan layaknya di daerah daratan,” harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Edy
Rasiyadi mengaku akan terus berupaya untuk melakukan pembebenahan kedepannya. Hanya
saja pemebenahan tersebut akan dilakukan secara bertahap. ”Untuk jalan itu,
kami uapayakan menggunakan dana desa,” katanya. (di/fa)
