Pages

Pages

Selasa, 09 Desember 2014

Mahasiswa Tuding Penegak Hukum Lemot



SUMENEP – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa Sumekar (FAM'S) Sumenep, kembali turun jalan. Kali ini kaum intelektual itu melakukan demonstarasi di kantor Polres dan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Selasa (09/12) sekitar pukul 09.00.

Kedatangan mereka ke kantor pengek hukum itu, bukan tanpa alasan kongkrit. Melainkan mempersoalkan kinerja pihak kepolisian dan pihak kejaksaan dalam menuntaskan kasusu korupsi yang telah menggelinding selama ini. Sebab, merkea menilai jika kenerja dua lembaga penegak hukum dalam menuntaskan kasusu tindak pidana korupsi lembek.

Beberapa kasus korupsi yang dituding belum jelas ujung pangkalanya adalah pengadaan alat peraga SD dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2010, kasus dugaan korupsi dana participating interest (PI),
14 paket proyek pengadaan Dinas PU Cipta Karya, serta kasus raskin, dan pugar. Para mahasiswa mengaku sudah kehilangan kepercayaan terhadap penegak hukum, karena beberapa kasus yang ditanganinya tidak kunjung selesai.

"Kami menilai, selama ini penegak hukum di Sumenep terlalu banyak toleransi untuk kasus-kasus korupsi. Bagaimana bisa memberi efek jera bagi para koruptor jika Kasus-kasusnya dibiarkan ?,” teriak korlap aksi Hazmi,

Sambil berorasi disepanjang jalan yang dilalui, para mahasiswa juga membentangkan sejumlah poster bertuliskan, Gantung para koruptor, Berani jujur hebat. Mahasiswa juga mengusung keranda mayat bertuliskan bunuh para koruptor, sebagai simbol telah matinya keberanian para penegak hukum untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi di Sumenep.(sa/di)