» » Warga Temukan Tumpukan Beras Mirip ’Raskin’ di Pelabuhan

Warga Temukan Tumpukan Beras Mirip ’Raskin’ di Pelabuhan

Penulis By on Kamis, 12 Maret 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Ditengah melambungnya harga beras dikalangan masyarakat, sejumlah masyarakat Desa Kalianget Tmur, Kecamatan Kalianget, menemukan tumpukan beras yang serupa beras banutn untuk warga miskin (raskin) di salah satu gudng di pelabuhan rqakyat gersik putih, kecamatan kalianget, Kamis (12/3) sekitar pukul 13.00.
Tertimbunnya beras sebanyak 24 ton dipelabuhan rakyat sudah terjadi sejak 10 hari yang lalu. Beras tersebut direncanakan akan dikirim ke Kecamatan/Kepuluan Sapeken. Saat ini kondisi beras tersebut masih utuh, namun tidak menutut kemungkinana jika dibiarkan treralu lama kan rusak karena terkena air laut.
Berdasarkan informasi yang berasil dihimpun NewsDaerah, beras puluhan ton itu merupakan bantuan pemerintah untuk empat desa yang berada di Kecamatan/Kepuluan Sapeken. Rinciannya
sebanyak 4.680 ton untuk Desa Paliat, 6435 untuk Desa Pegerungan Besar, 7755 ton untuk Desa Saur Saebus dan sebanyak 5310 merupakan jatah untuk Desa Sadulang Besar.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Kaliangaet Tiamur Sarkawi menjlaskan, ditemukannya tumpukan beras itu berdsarkan informasi dari salah satu warga setempat. Karena dirinya merasa penasaran, maka dirinya langsung melakukan pengecekan terhadap lokasi penimbiunan beras tersebut.  ”Sesampainya digudang, memang benar ada puluahn ton beras,” katanya.
Menurutnya, setelah dirinya mengkroscek kondisi beras itu, tenryata bungkusannya seperti beras raskin yang akan didistribusikan kedaerah kepuluan. ”Kami mempunya i kecurigaan jika beras ini merupakan beras raskin. Karena dilihat dari segi bentuk dan bungkusannya sama persisi seperti raskin,” ungkapnya.
Karena dirinya tidak mau mengambil resiku, maka dirinya melaporkan ke pihak yang berwajib, yakni pihak kepolisian polsek kalianget dan Koramil Kalianget. ”Kalau memang ini beras raskin, memastikan ada permaian yang dilakukan oelh pemerintah daerah. Karnea informasi yang saya dapat dari Gudng Bulog Kalianget, untuk daerah kepulan sudah tuntas sejak tanggal 22 Februari yang lalu. Makanya kami laporkan ke pihak yang berwajib saja,” terangnya.
Sementara Danramil Kapten Inpantri Sarkun membenarkan aanya laporan tentang adanya timbunan beras puluhan ton di pelabuhan rakyat Gersik Putih. ”Benar. Kami telah menerm alaporan, setelah kami kroscek memang benar adanya timbuna beras. Bahkan berdsarkan keterangan yang kami terima, beras itu tiba digudang sejak tanggal 2 Februari yang lalu. Jadi, sudah 10 hari berada disini,” katanya.
Menurutnya, alasan tidak diangkutnya beras itu, disebabkan karena faktor cuaca yang tidak mendukung. ”Selain itu juga karena kapal yang ditunjukan oleh pemerintah daerah, yakni pihak ketiga masih ada di Banyuangi,” ungkapnya.
Ditanya soal status beras, apakah beras raskin atau yang lain, pihaknya mengatakan, jika beras tersebut merupakan beras bantuan pemerintah. Hanya saja bukan termasuk beras raskin, melainkan beras Operasi Pasar Khusus Beras Cadangan Pemerintah (OPK CBP) yang akan disalurkan ke empat desa yang berada diKecamatan/Kepulaun Sapeken.
”Klami harap, agar yang berwenang agar segera didistribusikan. Sebab, jika sampai dua bulan mengendap di gudng, khawatir akan rusak,” harapnya.
Hal itu dibernakan oleh Koodinator Raskin untuk Kecamatan/Kepuluan Sapeken Ilham. Menurutnya, belum dilakukan pendistribusian itu disebabkan karena faktor cuaca dan kapal pengangkut yang ditunjuk oleh pemerintah darah sebagai pihak ketiga masih berada diperairan daerah Banyuangi. ”Ini bukan beras raskin, tapi bentuknya saja yang sama, melainkan beras OPK CBP untuk jatah empat desa di Sapeken,” dalihnya.
Ditanya kenapa tidak dititipkan di gudnag bulog, pihaknya mengaku terpaksa mengalihkan tempat setealh mendapat surat pertanggal 27 Februari 2015 yang ditandatangani oleh Kasub Drive Gudang Bulog Kalinaget Aminullah.
Dalam surat tersebut agar segear menyalurkan beras OPK CBK yang masih berad digudng bulog maupun gudang milik perum bulog sub drive madura sebelum kedatangan tim BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI Ke Drive Madura. ”Sebelumnya memang ditipkan di gudang bulog, tapi setelah mendapatkan surat, maka kami terpaksa mengalihakn ke sini. Karena kata petugas di gudang jika tidak diparani maka akan diambil oleh pihak BPK. Dan kami sudahmelaporkan ke pemerintah daerah tentang kondisi ini. Tapi sampai saat ini masih belum ada resnpon,” terangnya.
Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep Moh. Hanfi masih belum bisa dikonfirmasi. Sebab, saat dihubungi melalui telepon selulernya sedang tidak aktif. Demikian pula dengan Kasuab Perekonomisn Setkab Sumenep Wedi Subnarto. Saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif. (di/fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons