Sumenep, NewsDaerah – Ditengah melambungnya harga beras
dikalangan masyarakat, sejumlah masyarakat Desa Kalianget Tmur, Kecamatan
Kalianget, menemukan tumpukan beras yang serupa beras banutn untuk warga miskin
(raskin) di salah satu gudng di pelabuhan rqakyat gersik putih, kecamatan
kalianget, Kamis (12/3) sekitar pukul 13.00.
Tertimbunnya beras sebanyak 24 ton
dipelabuhan rakyat sudah terjadi sejak 10 hari yang lalu. Beras tersebut
direncanakan akan dikirim ke Kecamatan/Kepuluan Sapeken. Saat ini kondisi beras
tersebut masih utuh, namun tidak menutut kemungkinana jika dibiarkan treralu
lama kan rusak karena terkena air laut.
Berdasarkan informasi yang berasil dihimpun NewsDaerah, beras puluhan ton itu
merupakan bantuan pemerintah untuk empat desa yang berada di Kecamatan/Kepuluan
Sapeken. Rinciannya
sebanyak 4.680 ton untuk Desa Paliat, 6435 untuk Desa
Pegerungan Besar, 7755 ton untuk Desa Saur Saebus dan sebanyak 5310 merupakan
jatah untuk Desa Sadulang Besar.
Salah satu tokoh masyarakat Desa Kaliangaet
Tiamur Sarkawi menjlaskan, ditemukannya tumpukan beras itu berdsarkan informasi
dari salah satu warga setempat. Karena dirinya merasa penasaran, maka dirinya
langsung melakukan pengecekan terhadap lokasi penimbiunan beras tersebut. ”Sesampainya digudang, memang benar ada puluahn
ton beras,” katanya.
Menurutnya, setelah dirinya mengkroscek
kondisi beras itu, tenryata bungkusannya seperti beras raskin yang akan
didistribusikan kedaerah kepuluan. ”Kami mempunya i kecurigaan jika beras ini
merupakan beras raskin. Karena dilihat dari segi bentuk dan bungkusannya sama
persisi seperti raskin,” ungkapnya.
Karena dirinya tidak mau mengambil resiku,
maka dirinya melaporkan ke pihak yang berwajib, yakni pihak kepolisian polsek
kalianget dan Koramil Kalianget. ”Kalau memang ini beras raskin, memastikan ada
permaian yang dilakukan oelh pemerintah daerah. Karnea informasi yang saya
dapat dari Gudng Bulog Kalianget, untuk daerah kepulan sudah tuntas sejak
tanggal 22 Februari yang lalu. Makanya kami laporkan ke pihak yang berwajib
saja,” terangnya.
Sementara Danramil Kapten Inpantri Sarkun
membenarkan aanya laporan tentang adanya timbunan beras puluhan ton di
pelabuhan rakyat Gersik Putih. ”Benar. Kami telah menerm alaporan, setelah kami
kroscek memang benar adanya timbuna beras. Bahkan berdsarkan keterangan yang
kami terima, beras itu tiba digudang sejak tanggal 2 Februari yang lalu. Jadi,
sudah 10 hari berada disini,” katanya.
Menurutnya, alasan tidak diangkutnya beras
itu, disebabkan karena faktor cuaca yang tidak mendukung. ”Selain itu juga karena
kapal yang ditunjukan oleh pemerintah daerah, yakni pihak ketiga masih ada di
Banyuangi,” ungkapnya.
Ditanya soal status beras, apakah beras
raskin atau yang lain, pihaknya mengatakan, jika beras tersebut merupakan beras
bantuan pemerintah. Hanya saja bukan termasuk beras raskin, melainkan beras
Operasi Pasar Khusus Beras Cadangan Pemerintah (OPK CBP) yang akan disalurkan
ke empat desa yang berada diKecamatan/Kepulaun Sapeken.
”Klami harap, agar yang berwenang agar segera
didistribusikan. Sebab, jika sampai dua bulan mengendap di gudng, khawatir akan
rusak,” harapnya.
Hal itu dibernakan oleh Koodinator Raskin
untuk Kecamatan/Kepuluan Sapeken Ilham. Menurutnya, belum dilakukan pendistribusian
itu disebabkan karena faktor cuaca dan kapal pengangkut yang ditunjuk oleh
pemerintah darah sebagai pihak ketiga masih berada diperairan daerah Banyuangi.
”Ini bukan beras raskin, tapi bentuknya saja yang sama, melainkan beras OPK CBP
untuk jatah empat desa di Sapeken,” dalihnya.
Ditanya kenapa tidak dititipkan di gudnag
bulog, pihaknya mengaku terpaksa mengalihkan tempat setealh mendapat surat
pertanggal 27 Februari 2015 yang ditandatangani oleh Kasub Drive Gudang Bulog
Kalinaget Aminullah.
Dalam surat tersebut agar segear menyalurkan
beras OPK CBK yang masih berad digudng bulog maupun gudang milik perum bulog
sub drive madura sebelum kedatangan tim BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI Ke
Drive Madura. ”Sebelumnya memang ditipkan di gudang bulog, tapi setelah
mendapatkan surat, maka kami terpaksa mengalihakn ke sini. Karena kata petugas
di gudang jika tidak diparani maka akan diambil oleh pihak BPK. Dan kami
sudahmelaporkan ke pemerintah daerah tentang kondisi ini. Tapi sampai saat ini
masih belum ada resnpon,” terangnya.
Sementara Kepala Bagian Perekonomian Setkab
Sumenep Moh. Hanfi masih belum bisa dikonfirmasi. Sebab, saat dihubungi melalui
telepon selulernya sedang tidak aktif. Demikian pula dengan Kasuab Perekonomisn
Setkab Sumenep Wedi Subnarto. Saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak
merespon meskipun nada sambungnya terdengar aktif. (di/fa)

.jpg)