» » Pemkap Gandeng PLN, Terkait Perencanaan Penerangaan di Pulau Raas

Pemkap Gandeng PLN, Terkait Perencanaan Penerangaan di Pulau Raas

Penulis By on Minggu, 08 Februari 2015 |

SUMENEP - Kabar baik bagi warga Kecamatan/Kepulauan Raas, sebab kepulauan raas menjadi prioritas untuk pengadaan penerangan. Bahkan pada tahun 2015 Pemerintah Kabupaten (Penkab) Sumenep, berencana akan menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN). Dengan demikian maka penerangan di Kecamatan/Pulau Raas bisa hidup selama 24 jam nonstop.
"Untuk Pualau Raas, dalam jangka panjang kami akan bekerjasama dengan PLN," kata Kepala Energi Sumberdaya Mineral (ESDM) Sumenep, Abd. Kahir
Menurut Mantan Kabag Humas Setkab Sumenep itu, kerjasa ini
sebagai langkah priventif pemerintah sumenep untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal, khususnya dalam segi penerangan. "Kerjasama ini akan dibangun untuk rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) atau CNG," terangnya
Untuk penerangan sementara waktu, pemerintah akan terus berusaha untuk pengadaan mesin genset. "Kalau jangka pendeknya kami terus berusaha untuk mengadakan mesin genset. Pada tahun 2015 ini kami berencana untuk pengadaan satu unit mesin genset yang akan di letakkan di Desa Jungkat," terangnya
Adanya iktikat baik itu mendapat sambutan hangat dari kalangan anggota Dewan Setempat. Bahkan, wakil rakyat utamanya yang dari kepulauan raas sangat mendukung atas terealisasinya program tersebut. "Prinsipnya kami mendukung rencana itu. Tapi kami harap tidak hanya wacana melainkan harus benar-benar teralisasi dengan baik," kata Wakik Ketua Komisi B DPRD Sumenep Juhari
Selin itu lanjut Juhari, dirinya menghimbau agar pihak eksekutif pro-aktif dalam mengawasi pengadaan mesing genset tersebut. Sebab drinya sebagai wakil rakyat sangat tidak menginginkan dikemudian hari terkasi persoalan, seperti di sejumlah kepualuan yang lain.
”Jadi, selain pengawasan juga proses pengadaaannya sampai pengelolanya nantinya harus dilakukan secara selektif. Kami sangat tidak menginginkan, pengadaan mesin itu seperti di Masalembu. Belum beroperasi, tapi sudah sudah muncul persoalan,” terangnya
Oleh sebab itu, kata Politisi PPP itu mengatakan, sebelum semunya benar-benar, baik dari rekanan maupun pengelola, sebaiknya pengadaan mesin itu dipending. ”Itu lebih baik kiranya, dibandingkan setelah selesai pengadaannya namun masih menuai konflik yang berkepanjangan,” terangnya.
Bahkan dirinya sebagai wakil rakyat berjanji akan terus mengawasi pengadaan mesin tersebut. ”Kami juga akan mengawasi secara serius. Kami tidak akan mai-main soal itu, karena berkenaan langsung dengan uang negara. Makanya jika ada salah satu warga menemukan kejanggalan, silahkan saja laporakan kepada kami, agar kami bisa segera mengambil sikap,” ungkapnya.
Bahkan menurutnya, jika nantinya dietemukan adanya kejanggalan, pihaknya mengaku tidak akan segan untuk membawa persoalan tersebut hingga ke jalur hukum. ”Jika memang benar dan cukup bukti. Itu pasti akan kami kami laporkan. Biarkan saja hukum yang berbicara nanti,” tukasnya. (df)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons