Hal itu dikatakan oleh
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Sumenep Moh. Kadar. ”Memang setelah kami kroscek, survie kebawah banyak yang
tidak sesuai dengan yang dilaporkan. Masak yang rusak hanya kandang sapi, malah
korban meminta bantuan sebesar Rp 20 juta. Itu kan tidak logis,” katanya
Berdasarkan data yang
berhasil dihimpun News Daerah, dari
awal Januari hingga pertengahan Februari 2015, taksiran kerugian dari semua
benca diperkirakan mencapai Rp 623 juta.
Dana tersebut merupakan jumlah dari
taksiran awal yang diajukan oleh 29 warga yang tersebar di 10 ke camatan.
Sepeluh kecamatan itu,
diantaranya Kecamatan Batu Putih, Lenteng, Bluto, Ambunten, Gayam, Arjasa, Batang-Batang,
Gapura dan Kecamatan Pasongsonga. Sementara jumlah bantuan yang telah di
gelontorkan oleh pemerintah daerah terhadap semua korban, senilai Rp 36 juta.
Sementara jumlah yang
diterima oleh korban berfariasi atau disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang
ada. ”Setiap kerusakan berbeda, ada yang menerima Rp 1,5 juta, 2 juta dan
maksimal Rp 2,5 juta,” terangnya
Selain itu, korban
juga mendapatkan satu paket sembako yang berisikan beras, gula, kecap dan juga
mie instan. ”Untuk mendapatkan bantuan itu, harus diajukan oleh warga. Jika
kami tahu kejadian itu, kami langsung turun kelokasi. Baru kami ajukan ke
Bupati. Setelah dapat disposisi dari Bupati, baru uangnya tirun dan dibagikan
ke pihak yang berhak menerima,” terangnya
Namun, menurut Kadar,
pengajuan itu selain disertakan dokumen penting, seperti foto, taksiran
anggaran kerugaian sementara juga harus diketahui oleh Kepala Desa setempat dan
juga Camat. ”Kalau sudah masuk pengajuannya, kami kumpulkan terlebih dahulu,
setelah sampai 10 pemohon, baru kami ajukan ke Bupati,” ungkapnya. (df)

.jpg)