Indformasinya, Ke
enam pelajar dan satu pemuda itu diciduk di lokasi berbeda, yakni 2 pemuda di
lapangan Gotong Royong, dan 4 orang pelajar di jalan lingkar, Kecamatan Kota
Sumenep.
Kasi
Operasional (Ops) Satpol PP Sumenep Moh. Saleh menjelaskan, diringkusnya ke
enam siswa tersebut
informasi yang diasmpaikan oleh masyarakat setempat. Karena
tidak mau kehilangan jejak, maka sejumlah petuga penegak langsung bergerak ke
lokasi tersebut. ”Awalnya kami dapat laporan dari masyarakat, namun setelah kami
tindak lanjut benar adanya,” katanya
Dikatakan,
sesampainya dilokasi, dua pemuda yang berada di langan Gotong Royong sudah
tidak sadarkandiri. Sedangkan 4 orang yang berada di jalan lingkar, yakni 1
perempuan, 3 laki-laki, juga dalam keadaan terkapar. ”Semuanya kami langsung
dibawa ke kantor (Kantor Satpol PP) untuk diberi pembinaan. Setalah itu kami
serahkan kembali pada orangtua masing-masing,” terangnya
Untk meminimalisir
terjadinya aksi serupa, maka pihaknya kedepan akan terus melakukan operasi degan
inten, utamanya dilokasi yang dinilai sering terjadi aksi pesta meras, termasuk
diantaranya penambangan galian C illegal dan rumah-rumah kos tak berijin. Sebab,
mereka menduga tempat kost sering kali disalah gunakan dan dijadikan tempat pesta
meras dan tempat mesum.
Menurut Saleh, tindakan
seperti itu, baik yang dilakukan oleh kalangan pemuda maupun dewasa, dinilai
telah menggganggu ketertiban masyarakat yang harus ditertibkan. "Kami juga
pantau tamu-tamu di rumah penginapan, agar jangan sampai rumah pengingapan atau
rumah kost itu menjadi ajang tempat mesum," pungkasnya. (di/fa)