SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar prosesi
peringatan hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745, Ahad (2/11). Acara yang
dihelat di depan masjid jamik sumenep itu berlangsung meriah.
Kemeriahan tesebut tampak saat prosesi penyerahan Pataka (Bendera)
dari Adipati Arya Wiraraja (Adipati Pertama Sumenep) yang melambangkan A
Busyro Karim didaulat untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Dalam penyerahan Pataka itu, Adipati Arya Wiraraja bersama
permaisurinya dikawal oleh sejumlah prajurit menuju tahta kerajaan, laykanya
tahta keraton Tempo Dulu. Dalam sebuah upacara tersebut, tahta kepemimpinan
kerajaan Sumenep diserahkan oleh Adipati Wiraraja kepada Bupati Sumenep A
Busyro Karim, dengan ditandai penyerahan Pataka (Bendera Keraton).
Pantaun News Daerah, Setelah
selesai acara prosesi penyerahan Pataka, dilanjutkan dengan pentas budaya Hari
Jadi Kabupaten Sumenep ke 745, dan disusul dengan acara Sendratari Sumenep
Mutiara 3 Jaman. Baru setelah itu, Pawai Budaya Hari Jadi Kabupaten Sumenep,
Pawai Budaya Peserta Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) tahun 2014. Adapun
peserta FKPU tersebut diikuti sebanyak 14 kabupaten/kota se Jawa Timur. Acara
pelepasan FKPU tersebut dilakukan oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim.
Penyerahan Pataka tersebut, disaksikan oleh Kepala Dinas
Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Jawa Timur, H.
Jarianto, Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik, Forum Pimpinan Daerah
(Forpimda) Kabupaten Sumenep, Kepala Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD)
dilingkungan Kabupaten Sumenep, Camat Se-Kabupaten Sumenep, serta dihadiri juga
oleh Kepal Bakorwil IV Jawa Timur, Mantan Bupati Sumenep Soegondo. Bhakn
puluhan turis manca negara juga ikut menyaksikan prosesi penyerahan Pataka
tersebut.
Kepala Disbudparpora Sumenep Totok Febrioyanto dalam
sambutannya menjelaskan, salah satu tujuan dilakukan agenda tersebut untuk
memperingati hari jadi Kabupaten Sumenep yang ke 745 pada tahun 2014 ini.
Selain itu, juga sebagai ajang promosi keragaman seni dan budaya ang berada di
Kabupaten Sumenep. ”Serta utnuk menyatukan keragaman seni dan budaya, utamanya
yang berada di bagian wilayah utara Provinsi Jawa Timur,” terangnya
Bupati Sumenep A. Busyro Karim dalam sambutannya
berharap agar prosesi tahunan tersebut, tidak hanya dijadikan sebagai agenda
rutinitas yang tak berarti. Namun adanya peringatan tersebut dijadikan sebagai
pembenahan untuk membangun sumenep yang lebih baik dan maju kedepannya. ”Maka
sebab itu, momintum ini mari kita jadikan sebagai momen untuk mengurai sejarah
perjuangan para raja sumenep dalu. Sehingga, kedepannya Sumenep benar-benar
menjadi rohnya pulau madura, sebagaimana Branding Kabupaten Sumenep ’Sumenep The Soul Of Madura’,” terangnya.
(di/fa)
