» » Ratusan Guru Terancam Tak Bisa Ikut Sertifikasi

Ratusan Guru Terancam Tak Bisa Ikut Sertifikasi

Penulis By on Senin, 06 April 2015 |



Sumenep, NewsDaerah – Ratusan tenaga pendidik di bawah naungan kementrian agama (Kemenag) Sumenep terancam tidak bisa mengikuti Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Profesi Guru (PLPG). Sebab program PLPG mulai tahun 2016 mendatang akan dihapus.
Informasinya, berdasarkan data Shot List kemenag Sumenep sedikitnya sekitar 460 orang dari total guru sebelumnya mencapai 938 orang masih belum mengikuti PLPG. Sehingga, cita-cita para tenaga pendidik untuk menyandang jabatan guru sertifikasi dalam waktu singkat dipastikan tidak bisa tercapai.
”Hasil koordinasi dengan pihak Kanwil Jatim kemarin, pada tahun 2015 ini pemerintah masih menganggarkan untuk pelaksanaan PLG. Tapi untuk tahun selanjutnya informasinya tidak,” kata Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemeneg Sumenep Moh. Rifa’i Hasyim.
Menurut Rifa’i, untuk kuota yang akan diambil untuk mengikuti PLPG tahun ini masih belum ada kejelasan. Pasalnya, hingga saat ini institusi keagamaan di sumenep itu masih belum dapat kepastiand dari perguruun tinggi penyelengara.
Sementara perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai penyelenggara PLPG hanya ada dua,  yakni universitas islam negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya untuk pendidikan agama dan unversitas negeri surabaya (Unesa) untuk jurusan umum.
”Biasanya anggaran untuk pelaksanaan PLPG itu langsung turun ke perguruan tinggi penyelenggara. Jadi, penentuan kuota itu disesuaikan dengan anggran yang ada oleh perguruan tinggi itu,” terangnya
Sementara untuk pemanggilan peserta untuk mengikuti PLPG sudah diatur oleh pemerintah. Salah satu aturan yang diberlakukan adalah batasan usia. Guru yang lebih tua tetap didahulukan dibandingkan dengan yang lebih muda.
”Berdasarkan data di perguruan tinggi, guru yang sudah menyetorkan data base dirangking berdasarkan batasan usia. Yang paling tua akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti ujian lebih dulu,” ungkapnya.
Meskipun demikian, pihaknya menghimbau agar sejumlah guru yang masih belum mengikuti PLPG tahun ini untuk bersabar. Sebab, pemerintah telah menyiapkan pengganti program PLPG yakni PPG (Pendidikan Profesi Guru).
PPG  ini merupakan salah satu program yang diluncuran oleh pemerintah untuk mencetak guru yang lebih bekualitas dan berbobot dan profesional. Pelaksanaan PPG ini juga dilakukan oleh salah satu pergurun tinggi yang ditunjuk oleh pemerintah.
”Bedanya, kalau PLPG hanya dijalani selama setengah bulan, namun PPG ini harus ditempuh selama satu tahun lamanya. Karena PPg ini tidak hanya bersifat pelatihan, melainkan semister pertama untuk pemahaman materi sedangkan untuk semester kedua lebih kepada praktek,” tukasnya. (ND/Fa)
Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons