» » Nelayan Temukan Benda Mirip Rudal di Tepi Pantai

Nelayan Temukan Benda Mirip Rudal di Tepi Pantai

Penulis By on Rabu, 08 April 2015 |



Sumenep, News Daerah – Nelayan asal Pulau Gili Raja, Kecamtan Gili Genting, dikejutkan dengan penemuan benda mirip rudal dipesisir pantai Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamtan Gili Genting.
Benda yang memiliki panjang sekitar 1 meter dengan berat sekitar 5 koli gram itu, pertamakalinya ditemukan oleh Rawidi (55) nelayan asal Dusun Cangcang, Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Selasa (7/4) sekitar pukul 15.45.
”Benda itu ditemukan sekitar radius 200 meter dari bibir pantai. Pada saat itu air dalan keadaan surut,” kata salah satu warga setempat Syahrul Gunawan.
Diceritakan, pada saat itu, Rawidi yang berjalan seorang diri untuk pergi mengecek tanaman rumput laut miliknya. Hanya saja sesampainya di lokasi penanaman rumput laut, Rawidi melihat benda aneh yang tersangkut di lokasi penanaman rumput laut tersebut.
Dengan penuh rasa penasaran, maka Readi secara berlahan
mendekati benda tersebut. ”Karena benda itu mirip bahan peledak, maka Readi melempari benda itu dengan batu. Ternyata bahan itu tidak meledak,” katanya.
Menurut Syahrul, meskipun saat dilempari batu benda itu tidak meledak, namun Rawidi masih menaruh kecurigaan untuk mengamankannya. Sehingga pada saat itu memanggil sebagian warga yang berad di sekitar patai. Tidak lama kemudian, warga berdatangan dan mengevakuasi benda itu ke salah satu gudang rumput laut di desa setempat.
”Awalnya mau dibawa ke rumah warga, tapi karena warga khawatir meledak, akhirnya diamankan di gudang,” terangnya.
Akibat penemuan itu, membuat sejumlah warga Gili Raja merasa risih, bahkan selalu dihantui perasaan takut akibat banyaknya bahan peledak yang selalu ditemukan oleh warga setempat.
Selama empat bulan terkhir sudah dua kali menemukan bungkusan yang diduga berisi bahan peledak. Bahkan pada tanggal 19 Februar 2015 yang lalu, Jufriyanto menjadi korban. Tangan korban nyaris putus akibat ledakan bahan peledak yang ditemukan dipinggir pantai pulau setempat.
Peristiwa penemuan bahan peledak itu kembali ditemukan pada 20 Februari 2015 lalu oleh salah satu warga setempat. Namun peristiwa kedua ini tidka sampai memakan korban. Bahkan pada awal bulan April ini warga menemukan bahan serupa rudal.
”Banyaknya peristiwa ini membuat kami merasa tidak aman. Maknya kami harap pihak kemanan semakin optimal melakukan pengamanan. Karena kami khawatir jika warga menjadi sasaran pengeboman seperti di daerah pelestina saat ini,” kata tokoh pemuda setempat Syaiful Anang.
 Kapolres Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kapolsek Gili Genting AKP Sumaryono membenarkan kajadian tersebut. Bahkan barang benda tersebut sudah dilakukan wvakuasi ke Kantor Mapolres Sumenep.
”Karena penemuan itu sudah agak sore, maka untuk sementara waktu kami amankan di pulau gdang rumput laut pulau setempat. Baru pada hari rabu (kemarin) kami lakukan evakuasi ke polres sumenep untuk diteliti lebih lanjut guna menghindari hal-hal tak diinginkan,” katanya.
Dalam kondisi cuaca laut kondusif, perjalanan laut dari Pulau Gili Genting ke Sumenep daratan (Kecamatan Bluto) dengan perahu layar motor membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Evakuasi benda tersebut dilakukan oleh Polres Sumenep yang dipimpin oleh Waka Polres Kompol Adi Prayitno yang didampingi oleh Kapolsek Gili Genting AKP Sumaryono dan Kastpol Air Polres Sumenep AKP Muhardi.
Sumaryono menjelaskan, ciri-ciri barang tesebut selain berwana orange itu terdapat lampu kecil berwarna merah berkedip diujungnya. ”Untuk sat ini kami masih belum bisa menjelaskan lebih rinci. Karena masih dalam proses penelitian,” terangnya.(ND/Fa)

Baca Juga Artikel Terkait Lainnya

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Featured Posts Coolbthemes

featured-video

featured-content2

featured-content2

featured-content2

Social Icons