Sumenep, News Daerah – Nelayan asal Pulau Gili Raja,
Kecamtan Gili Genting, dikejutkan dengan penemuan benda mirip rudal dipesisir
pantai Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamtan Gili Genting.
Benda yang memiliki panjang sekitar 1 meter
dengan berat sekitar 5 koli gram itu, pertamakalinya ditemukan oleh Rawidi (55)
nelayan asal Dusun Cangcang, Desa Lombang, Pulau Gili Raja, Kecamatan Giligenting, Selasa
(7/4) sekitar pukul 15.45.
”Benda itu ditemukan sekitar radius 200 meter
dari bibir pantai. Pada saat itu air dalan keadaan surut,” kata salah satu
warga setempat Syahrul Gunawan.
Diceritakan, pada saat itu, Rawidi yang
berjalan seorang diri untuk pergi mengecek tanaman rumput laut miliknya. Hanya saja
sesampainya di lokasi penanaman rumput laut, Rawidi melihat benda aneh yang
tersangkut di lokasi penanaman rumput laut tersebut.
Dengan penuh rasa penasaran, maka Readi secara
berlahan
mendekati benda tersebut. ”Karena benda itu mirip bahan peledak, maka Readi melempari benda itu dengan batu. Ternyata bahan itu tidak meledak,” katanya.
mendekati benda tersebut. ”Karena benda itu mirip bahan peledak, maka Readi melempari benda itu dengan batu. Ternyata bahan itu tidak meledak,” katanya.
Menurut Syahrul, meskipun saat dilempari batu
benda itu tidak meledak, namun Rawidi masih menaruh kecurigaan untuk
mengamankannya. Sehingga pada saat itu memanggil sebagian warga yang berad di
sekitar patai. Tidak lama kemudian, warga berdatangan dan mengevakuasi benda
itu ke salah satu gudang rumput laut di desa setempat.
”Awalnya mau dibawa ke rumah warga, tapi
karena warga khawatir meledak, akhirnya diamankan di gudang,” terangnya.
Akibat penemuan itu, membuat sejumlah warga Gili
Raja merasa risih, bahkan selalu dihantui perasaan takut akibat banyaknya bahan
peledak yang selalu ditemukan oleh warga setempat.
Selama empat bulan terkhir sudah dua kali
menemukan bungkusan yang diduga berisi bahan peledak. Bahkan pada tanggal 19
Februar 2015 yang lalu, Jufriyanto menjadi korban. Tangan korban nyaris putus
akibat ledakan bahan peledak yang ditemukan dipinggir pantai pulau setempat.
Peristiwa penemuan bahan peledak itu kembali ditemukan
pada 20 Februari 2015 lalu oleh salah satu warga setempat. Namun peristiwa
kedua ini tidka sampai memakan korban. Bahkan pada awal bulan April ini warga
menemukan bahan serupa rudal.
”Banyaknya peristiwa ini membuat kami merasa
tidak aman. Maknya kami harap pihak kemanan semakin optimal melakukan
pengamanan. Karena kami khawatir jika warga menjadi sasaran pengeboman seperti
di daerah pelestina saat ini,” kata tokoh pemuda setempat Syaiful Anang.
Kapolres
Sumenep AKBP Rendra Radita Dewayana melalui Kapolsek Gili
Genting AKP Sumaryono membenarkan kajadian tersebut. Bahkan barang benda
tersebut sudah dilakukan wvakuasi ke Kantor Mapolres Sumenep.
”Karena penemuan itu sudah agak sore, maka untuk
sementara waktu kami amankan di pulau gdang rumput laut pulau setempat. Baru pada
hari rabu (kemarin) kami lakukan evakuasi ke polres sumenep untuk diteliti
lebih lanjut guna menghindari hal-hal tak diinginkan,” katanya.
Dalam kondisi cuaca laut kondusif, perjalanan
laut dari Pulau Gili Genting ke Sumenep daratan (Kecamatan Bluto) dengan perahu
layar motor membutuhkan waktu sekitar 45 menit. Evakuasi benda tersebut
dilakukan oleh Polres Sumenep yang dipimpin oleh Waka Polres Kompol
Adi Prayitno yang didampingi oleh Kapolsek Gili Genting AKP Sumaryono
dan Kastpol Air Polres Sumenep AKP Muhardi.
Sumaryono menjelaskan, ciri-ciri barang
tesebut selain berwana orange itu terdapat lampu kecil berwarna merah berkedip diujungnya.
”Untuk sat ini kami masih belum bisa menjelaskan lebih rinci. Karena masih
dalam proses penelitian,” terangnya.(ND/Fa)

.jpg)