Sumenep, News Daerah – Kondisi jalan poros desa Duko, Kecamatan
Rubaru sangat meprihatinkan. Jalan yang menghubungkan antara desa Duko dengan Desa
Rajun, dan Desa Soddara Kecamatan Pasongsongan itu sudah rusak parah akibat
termakan usia karena sejak puluhan tahun tidak mendapatkan perbaikan dari
pemeritnah setempat.
Pantaun News Daerah, material jalan yang melintang ke arah selatan sepanjang kurang
lebih 200 meter mulai kucar kacir. Akibatnya, sejumlah pengendara harus ekstra
hati-hati saat melintasi jalan tersebut. Sebab jika tidak dipastikan akan jatuh.
Maklum selain jalan itu lincin akibat menjadi genangan air, juga karena jalan itu
dalam posisi tanajkan keras karena berada dilereng pegunungan.
”Ini sudah lama tidak diperbaiki. Bahkan jika boncengan
harus turun sebelum melewati jalan ini,” kata salah satu warga setempat Ahmad
Busri.
Menurut Busri, kondisi jalan itu menyebabkan sejumlah
warga merasa resah. Sebab selain jalan tersebut merupakan jalan satu-satunya
penghubung desa, juga sering memakan korban. ”Memang sepanjang sejarah tidak
ada yang mati karena kecelakaan disini, tapi kalau orang yang jatuh, itu sering
terjadi,” ungkapnya.
Informasi lain mengatakan, akibat rusaknya jalan itu
sebanyak 8 pengemudi roda dua terjatuh secara beruntun dalam dalam waktu yanga
sama. Bahkan, tidak hanya itu pengendara roda empat juga sering terjadi
tabrakan karena kondisi jalan yang sangat licin.
”Kami harap pemerintah daerah juga memperhatikan itu. Karena
ini menyangkut keselamatan warga. Selin itu kondisi jalan ini juga bisa
menghambat terhadap roda perekonomian warga,” pintanya.
Sayangnya Kepala Desa Duko, Kecamatan Rubaru masih
belum bisa dimintai keterngan. Pasalnya saat dihubungi melalui telepon
selulernya tidak merespen meskipun nada sambungnya terdengar aktif.
Demikian pula Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina
Marga Edi Rasiyadi masih belum bisa memberika kejelasan. Sebab saat koran
madura bertandang ditempat kerjanya, mantan Kepala Dinas PU Pengairan itu
sedang tidak ditempat. Bahkan saat dihubungi melalui telepon seluernya, hingga
berita ini diturnkan masih belum ada tanggapan. (ND/Fa)

